Jumat, 07 Agustus 2015

Wahabi gundul

GUNDUL WAHHABI
Fitnah DARI Timur
Wahabi berkilah Nejd di Irak?
Suruh menghubungkan Nejd Irak dengan Dongeng  Rustum!!!
Wahabi membual tentang Rustum?
Suruh saja menghubungkan cerita itu dengan Irak!!!
Pasti tidak akan bisa. Andai seluruh Kitab Rekayasa Wahabi di seluruh dunia dikumpulkan untuk membantahnya, atau seluruh syeikhnya mulai dari barat hingga timur dikumpulkan untuk menjawabnya, TIDAK AKAN BISA MENJAWABNYA.
Gundul Wahhabi
Yang jelas, anda pasti kena marah besar plus sumpah serapah Atau, disuruh beristighfar, bertaubat!!!
Jawaban? Jangan harap. Sampai kiamat tak akan ada jawabannya karena kebenaran wahyu Allah tak mungkin dapat dibantah. Hadits Nabi saw tak mungkin dapat dipatahkan!!!

Supaya makin jelas, kali ini akan saya utarakan tentang satu lagi ciri tanduk syaitan. Dalam hadits tanduk syetan, terdapat kalimat:

سيماهم التحليق

“tanda-tanda mereka adalah bercukur gundul”

Kok Wahabi gak gundul?
Ya kalo hari gini wahhabi mau bergundul-gundul ria, namanya bunuh diri, mbah…..
Ceritanya begini, mbah:
Dulu, Muhammad bin Abdul Wahab, tiap ada pemeluk baru masuk, langsung disuruh cukur gundul.
Alasannya, itu rambut masa kemusyrikan. Langsung cukur habis alias gundul. Laki maupun perempuan. Plontos, men!
Suatu ketika, datang seorang wanita melabrak MBAW. “Kau telah memerintahkan wanita untuk dicukur gundul. Tahukah kau bahwa rambut bagi wanita bernilai seperti jenggot pada laki-laki arab? Mengapa tidak kau cukur juga jenggot para laki2? Bukankah itu juga jenggot masa kemusyrikan?”
Muhammad bin Abdul Wahhab langsung diam. Bingung, mbah………….!

Nah, sejak saat itu, acara pergundulan rambut musyrik mulai mereda. Dicancel sedikit demi sedikit biar gak kentara. Sambil menjaga kewibawaan sang syekh supaya gak kehilangan muka.

Mau lari dari hadits Nabi?!
Eh, cucunya sendiri ngaku, Cucu Muhammad bin Abdul Wahhab, Abdul Aziz bin Hamd berkata:

الحلق هو العادة عندنا، ولا يتركه إلا السفهاء عندنا، فنهى عن ذلك نهي تنزيه لا نهي تحريم سدا للذريعة؛ ولأن كفار زماننا لا يحلقون فصار في عدم الحلق تشبها بهم. انتهى من مجموعة الرسائل والمسائل4/578

“Bercukur gundul adalah kebiasaan kami, hanya orang bodoh saja yang enggan gundul. Tapi tidak bergundul juga gak apa-apa, tidak sampai derajat haram. Orang-orang kafir di masa kita tidak bergundul. Maka meninggalkan bergundul bisa menjadi tasyabbuh dengan mereka”.
Majmu’ah Rosail wal Masa’il juz 4 hal 578
Pada kesempatan lain, dia juga berkata, “Sesungguhnya yg dilarang itu mencukur sebagian dan membiarkan sebagian”.

Yang jelas, belum ada satu aliran sesatpun di muka bumi ini, yang menyuruh untuk bercukur gundul kecuali Wahabi (The Tanduk of The Syetan)
Tahliq ini makin membuat bingung Wahabi dalam menghubungkan antara Timur (Irak), Rustum dan Tahliq.

Download kitab :

مجموعة الرسائل والمسائل النجدية

الطبعة الأولى 1346 ـ مطبعة المنار بمصر / 4 أجزاء
http://www.archive.org/details/mrmna

DOWNLOAD OPTIONS
SHOW ALL
Salam

Tuhan wahabi dimana kalau kiamat?

"Obrolan Gokil"

WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.

FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.

GOOGLE : Aku punya semuanya.

MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.

EXPLORER : Kan gue masih ada.

MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!

EXPLORER : Lo sih, ngaku- ngaku cuma ada lo sendiri!

INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gue kalian semua gak bakalan ada!

FACEBOOK : Huuu, yang pal ing sering dikunjungi kan gue, jadi gue yang terbaik.

YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!

GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.

INTERNET : zzz... Udah tau gue yg paling hebat :p

KOMPUTER : Gua Paling dewa di sini.

PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya!

GENSET : tenang aja kan masih ada saya

PLN : diem lu

PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa lo

SOLAR CELL : tenang kan selama masih ada saya semuanya aman

Matahari : Ettt Gk gw sinarin diem lo

Air, Batubara, Petir dll : MASIH ADA GUA !!!

Bumi : Lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada

jagat raya: lo semua kalo gak ada gwe pasti kalian gak bakalan ada....

Wahabi : Kalau ga ada Tuhan yang duduk di ARasy Kalian semua ga bakalan Ada. . . !! (dgn nada Bangga . )

Aswaja:" Yeee Kalau nanti Kiamat Arasynya Diancurin Ma tuhan Gue. . .Tuhan Lu mo duduk dimana ?? "

Wahabi : ??? . . ."Gubraaak. . . ."

Tawasul kepda nabi dan para wali

MASALAH BOLEHNYA TAWASUL KEPADA PARA NABI, WALI, DAN SEUMPAMA
Pembahasan ilmiah tentang ayat syafa'at ( tawassul ) dgn fahwal khitab dan dalilul khitab

ﺃﻡ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﻔﻌﺎﺀ ﻗﻞ ﺃﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻻ ﻳﻤﻠﻜﻮﻥ ﺷﻴﺌﺎ ﻭﻻ ﻳﻌﻘﻠﻮﻥ . ﻗﻞ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﺟﻤﻴﻌﺎ

Az zumar ayat 43
Bahkan mereka menjadikan yang slain Allah sebagai penolong
( wasilah yang bisa menyampaikan hajat apapun kepada Allah, seperti minta pertolongan, minta berkah dan lain-lain )
katakan lah wahai nabiku kepada mereka, apakah kamu tetap bertawassul kepada yang tidak memiliki apapun dan tidak mempunyai akal apapun.
Katakan lagi hanya kepada Allah lah seluruh pertolongan itu.

Dalam ayat kursi

ﻣﻦ ﺫﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﻔﻊ ﻋﻨﺪﻩ ﺇﻻ ﺑﺈﺫﻧﻪ

Tdk ada yg bisa menjadi penolong ( wasilah ) kecuali orang yang dpt izin Allah

ﻭﻻ ﺗﻨﻔﻊ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﻋﻨﺪﻩ ﺇﻻ ﻟﻤﻦ ﺃﺫﻥ ﻟﻪ

Tidak bisa memberi manfaat wasilah siapapun dsisinya kecuali orang-orang yang dapat izin nya
Dari ayat ini banyak yang dapat kita ambil faidah

(1). Orang yang meminta pertolongan ( bertawassul ) kepada selain Allah itu syirik atau kafir ( karena khitabnya wkt itu kepada musyrikin
mekah yang menyekutukan Allah ).

(2). Dalam ayat ini yang dmaksud selain Allah itu adalah yang tidak mempunyai apapun dan tidak berakal.
Disini ada maani'atul khulwin,maani'atu jam'in,maani'atu khulwin wajam'in.

(A). Apabila mempunyai sesuatu manfaat tapi tidak berakal seperti binatang ( seperti sapi yang punya susu ), maka tawassulnya itu syirik
seperti penyembah sapi di india, yang mereka menyangka bahwa sapi lah yang menolong mereka,atau sebgai
penjembatan ( perantara ) kepada tuhan untuk menolong mereka

(B). Apabila mempunyai akal tapi tidak punya manfaat ( tidak diberikan Allah izin untuk sebagai penjembatan/wasilah kepada nya )
serpti manusia biasa ( bukan orang sholeh aplg auliya ), tawassul kepada mereka termasuk syirik , sepert minta tolong kepada dukun, dan
seumpamanya, yang mereka yakini dukun ini lah yang akan menyampaikan hajat mereka, atau menyambungkan hajat mereka kepada Allah (padahal dukun itu tidak pernah sholat ,puasa dll )

(C). Yang tdk berakal dan tidak mempunyai apapun, yaitu batu berhala ( inilah yang dimaksud dalam ayat diatas, yang berpendapat para

ulama mufassir seperti

1.imam jalalain
2.imam nawawi
3.imam fakhrurrazi
4.imam alusi
5.imam khazin
Dan jumhur ulama lain.
Yang mereka menyangka batu berhala itu adalah tuhan atau sesuatu penolong atau suatu wasilah yang bisa menyampaikan hajatnya kepada
tuhan dan ini adalah kesyirikan yang nyata.

(D). Yang mempunyai akal sempurna dan memiliki keutamaan dan keistemawaan dsisi Allah spt para ulama sholihin ( mereka ini lah yang
dapat izin Allah untuk dmintai tawassul dan pertolongan atau penyambung hajat dan berkah kepada Allah ) karena mafhum
mukhalafah dari ayat di atas adalah bolehnya meminta pertolongan atau penyambung hajat kepada Allah dengan orang yang mempunyai
keistimewaan dan mempunyai akal sempurna spt ulama sholihin atau auliya
Hasil dari pembhasan diatas

1. Tidak boleh meminta pertolongan kepada berhala walaupun niatnya untuk penyambung hajat kepada Allah

2. Tidak boleh meminta pertolongan kepada manusia biasa walaupun niatnya juga penyambung hajat kepada Allah, dengan menyalahi syariat,
seperti kepada dukun,para normal dll.

3. Boleh meminta pertolongan kepada orang yg berakal dan mempunyai keutamaan,spt dokter,atau bantuan-bantuan manusia pada umum
nya, tapi dalam keadaan tidak meyakini dalam hati bahwa yang menolongnya adalah orang itu, dan apabila dokter ini atau orang biasa
ini udah mati, maka tidak boleh bertawasul kepada mereka ,dengan dalih apapun, dan hanya kepada Allah lah sgala kesembuhan itu.

4. Boleh kita meminta wasilah lewat ulama sholihin krn mereka lebih sempurna akalnya dan ilmunya dan keutamaannya, dan karena
kedekatan mereka dengan Allah, dan mereka lah yg dpt izin memberi syafaat, karena mereka pewaris para nabi

Hasil akhir, bertawassul kepada ulama sholihin dan para wali itu tidak syirik dengn di fahamkan dari ayat di atas bahwa mereka punya keistimewaan

ﺃﻻ ﺇﻥ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﺧﻮﻑ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﻫﻢ ﻳﺤﺰﻧﻮﻥ

dan punya akal sempurna
( maksud punya akal sempurna adalah takut kpd Allah )

ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺨﺸﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ

Sama ada mereka hidup atau mati,krn mereka tdk mati

ﺑﻞ ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻋﻨﺪ ﺭﺑﻬﻢ ﻳﺮﺯﻗﻮﻥ ﻓﺮﺣﻴﻦ ﺑﻤﺎ ﺁﺗﺎﻫﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ

Sebaliknya tawassul kpd benda mati, seperti berhala, keris, atau seseorang manusia biasa yang tidak punya martabat disisi Allah, atau
air yang bukan dari ulama sholihn, itulah yang dnamakan syirik,
Kemudian sepantasnya bagi orang yang bertawassul kepada para ulama sholihin tadi agar jagan meyakini dlm hati bahwa ulama
sholihin itu yang menyembuhkannya, atau menolongnya, atau menympaikan hajatnya,tp mereka hanya sbagai
perantara saja,krn dlm alquran



ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﺒﺸﺮ ﺃﻥ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ ﻭﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﺛﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻛﻮﻧﻮﺍ ﻋﺒﺎﺩﺍ ﻟﻲ ﻣﻦ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻜﻦ ﻛﻮﻧﻮﺍ ﺭﺑﺎﻧﻴﻴﻦ ﺑﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺑﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﺪﺭﺳﻮﻥ

Jadi jelaslah dsini kebolehan tawassul dengan para nabi, dan ulamanya
Sedangkan kapada selain mereka itulah syirik

Simaklah pendapat para imam kami dan ulama kami terkemuka tentang tawassul :

وروى القشيري عن معروف الكرخي أنه قال لتلاميذه : إذا كانت لكم إلى الله حاجة فاقسموا عليه بي فإني الواسطة بينكم وبينه وذلك بحكم الوراثة عن المصطفى صلى الله عليه وسلم

Imam qusyairi meriwayatkan dari ma'ruf alkarkhi , bahwasanya beliau berkata kepada murid-murid beliau: Jika kalian ada hajat kepada Allah, maka tawassullah kepadaku, sesungguhnya aku akan memperantarai antara kalian dgn Allah,dan cara itu lah yg telah di wariskan nabi kita almushtafa.

قال القضاعي : إن الاستغاثة بالنبي صلى الله عليه وسلم من موجبات تنزل الرحمات وسرعة قضاء الحوائج

Imam qodha'i mengatakan : Sesungguhnya bertawassul dengan nabi muhammad dari penyebab pastinya turun rahmat dan mencepatkan dalam mendapatkan hajat.

وقال السيد محمد بن علوي المالكي : إن الاستغاثة بأكابر المقربين من أعظم مفاتيح الفرج ومن موجبات رضي رب العالمين

Sayid muhammad bin alwy almaliki berkata : Bahwasanya tawassul dengan para nabi, syuhada , wali-wali yang dekat dengan Allah, dari sebagian besar pembuka kesusahan, dan penyebab pasti datangnya ridho Allah.

وقال أيضا : إن التوجه إليه صلى الله عليه وسلم ونداءه بقوله : يا سيدنا محمد " والاستنجاد به ليس شركا ولا حراما ولا مكروها ولا خلاف الأولى بل ذلك أفضل في الأدب من الربوبية وأشد اجتلابا للرحمة واستنزالا للقبول وأقوى مظنة بالإجابة وأدنى للرشد وأبعد من الرد والحرمان

Dan sayid muhammad mengatakan lg: sesungguhnya tawajjuh kepada Rasulullah dan memanggl beliau "ya sayyiduna muhammad" dan meminta tolong kepada beliau,itu bukan syirik,bahkan haram,bukan makruh bukan juga khilaful aula (sahabat,tabi'in dan salaf2), tetapi itu bahkan paling afdhol adab kepada tuhan,dan paling kuat mendapat rahmat, dan paling cepat kabul,dan paling kuat sangkaan dengan dikabulkan, lebih dekat kepada diterima, dan jauh dari penolakan dan tegahan

وقال الكوثري : لا بد لأهل السلوك والرشاد من التوسل والاستغاثة والاستمداد بأرواح الجلية والسادة الأمجاد، إذ هم المالك لأزمة الأمور في نيل ذلك المراد

Imam kautsari mengatakan: Tidak boleh tidak untuk orang yang suluk dan orang pintar agar bertawassul, minta tolong kepada arwah-arwah yang mulia,dan para imam-imam yang mulia, karena mereka itu perantara bagi semua perkara-perkara penting, pada sampainya yang dikehendaki itu.

وقال التقي الدين السبكي الشافعي الأشعري ومن تبعه من علماء أهل السنة ومنهم العلامة السمهودي والسيوطي والقسطلاني وابن حجر الهيتمي والزرقاني وابن جرجيس الحنفي العراقي والشيخ أحمد زيني دحلان والإمام يوسف النبهاني : واعلم أن الاستغاثة هي طلب الغوث ،فالمستغيث يطلب من المستغاث به أن يحصل له الغوث منه ، فلأ فرق بين أن يعبر بلفظ الاستغاثة أو التوسل أو التشفيع أو التوجه

لأنها من الجاه ومعناه علو القدر والمنزلة وقد يتوسل بصاحب الجاه إلى من هو أعلى منه

Imam subki, imam samhudi, imam sayuti, imam qastalani, imam ibnu hajar ,imam zarkani, dan yang saya tulis diatas berpendapat bahwa tidak ada perbedaan makna pada beberapa kalimat "tawassul,istigotsah,tawajjuh"

وقال قطب الإرشاد عبد الله بن علوي الحداد: الولي يكون اعتناؤه بقرابته واللائذين به بعد موته أكثر من اعتنائه بهم في حياته، لأنه في حياته مشغولا بالتكليف وبعد موته طرح عنه الأعباء وتجرد

Wali qutub habib abdullah alhaddad berkata: Bermula wali itu, keadaan pertolongannya dengan orang-orang terdekatnya setelah wafatnya, lebih kuat dari pertolongannya waktu hidupnya, karena waktu hidupnya keadaannya sibuk degan taklif syariat agama, dan setelah wafat, maka hilanglah darinya taklif itu.

فهم أحياء في قبورهم وإذا كان الولي حيا في قبره فإنه لم يفقد شيئا من علمه وعقله وقواه الروحانية بل تزداد أرواحهم بعد الموت بصيرة وعلما وحياة روحانية وتوجها إلى الله، فإذا توجهت أرواحهم إلى الله تعالى في شيء قضاه سبحانه وتعالى وأجراه إكراما لهم

فأهل البرزخ من الأولياء في حضرة الله تعالى فمن توجه إليهم وتوسل بهم فإنهم يتوجهون إلى الله تعالى في حصول مطلوبه

Mereka hidup dalam kubur mereka, keadaan mereka hidup dalam kuburnya itu tidak mengurangi sedikitpun dari ilmunya, akalnya, dan kekuatan rohnya,bahkan bertambah kuat penglihatan,ilmu,dan roh mereka,hal mereka slalu tawajjuh kpd Allah,jika mereka tawajjuh kpd Allah meminta sesuatu, maka langsung Allah kabulkan, dan memberi mereka pahala, karena memuliakan mereka.
Para aulia di alam barzakh mereka berada di hadrat Allah, sangat dekat, maka barangsiapa tawassul kepada mereka , maka mereka akan menyampaikannya kepada Allah untuk diterima permintaannya.

وقال أبو المواهب : ومعلوم أن الأولياء أحياء في قبورهم إنما ينقلون من دار إلى دار

Abul mawahib mengatakan: Sdh diketahui bahwa para wali itu hidup dalam kubur mereka, hanya bahwasannya mereka berpindah dari negri ke negri lain.

وقال الفخر الرازي : إن تلك النفوس لما فارقت أبدانها فقد زال الغطاء والوطاء وانكشف لها عالم الغيب

Imam fakhrurrazi mengatakan: Sesungguhnya itu roh2, manakala memisahi badannya, maka hilanglah kesusahan dan terbukalah alam gaib untuk nya.
You might also like:
Seri Kontra Wahabi (7): Istighatsah & Tawassul
Seri Kontra Wahabi (6): Menurut Asy-Syathibi
Seri Kontra Wahabi (4): Otoritas Ulama
Seri Kontra Wahabi (8): Cerdas Bermadzhab

Asal link
http://antivirus-wahabi.blogspot.com/2012/02/masalah-bolehnya-tawasul-kepada-para.html


Semoga bermanfaat.

Minggu, 02 Agustus 2015

Wahabi islam tanpa madzhab (Bahaya)

ISLAM PROTESTANT,ISLAM TANPA MAZHAB
KEMBALILAH KE 'ITTIQOD DAN SYARI'AT NABI MUHAMMAD SAW,YANG DIAMANATKAN KEPADA CHULAFAIROSIDIN,DAN PARA ULAMAK "AHLUSSUNNAH WAL-JAMA'AH,KARENA INILAH KAUM WA'AT,DAN TINGGALKAN AJARAN-AJARAN PENGIKUT PARA NABI PALSU KE NABI PALSU LAINYA,KARENA DUNIANYA MEREKA AKAN SALING BUNUH MEMBUNUH,DALAM SEKENARIO PEREBUTAN KEKUASAAN,DI BAWAH PAJI-PANJI MASIHID DAJJAL DI AHIR ZAMAN INI.

BUKTI SEJARAH SECARA ILMIYAH TELAH MENJAWAB AQIDAH SALAFI WAHABI ADALAH AQIDAH YAHUDI

KEYAKINAN SALAFY  ALLAH ITU DI ATAS LAGIT/TUHAN LANGIT

Salafi dan kelompok-kelompok yang berpikiran seperti mereka menyembah Tuhan langit  yang memiliki dua tangan, dua mata, wajah, mulut dan lidah dalam mulut, dua tulang kering, kaki, jari tangan dan kaki, dan manusia besar seperti tubuh fisik; yang duduk di kursi besar di langit dalam arah tertentu. Mereka mengatakan bahwa langit besar ini Idol memiliki keterbatasan pada gerakannya karena dia tidak bisa mendekati manusia, oleh karena itu, tahu tentang mereka, hanya dengan pengetahuannya. Mereka menyebutnya mirip manusia-Tuhan

(المعبود مثل الإنسان) 

karena Allah.

Hal ini penting untuk memahami persepsi Allah dengan Salafi, Kristen dan Hindu yang menyembah Dewa Idol dalam format yang berbeda. Salafi menyebut mereka Tuhan Lagit  sebagai Allah karena Allah diterjemahkan dalam bahasa Arab sebagai Allah. Demikian pula, orang-orang Kristen dalam bahasa Arab, Persia dan Urdu terjemahan Alkitab, menyebut Tuhan mereka sebagai Allah.

Persepsi  Allah bagi Umat Islam (سبحانہ و تعا لی) benar-benar berbeda dari persepsi mengidolakan Hindu, Salafi, Kristen dan orang lain. Kita akan membahas tentang hal itu kemudian dalam Pasal ini.
Salafi juga mengklaim bahwa mereka mengidolakan Tuhan Lagit .adalah satu dari jenisnya, self made, independen, tidak memperanakkan atau tunggal. Mereka mengklaim mereka adalah Muslim dan salah menafsirkan ayat-ayat Alquran berikut untuk menggambarkan Tuhan langit  mereka.

قل هو الله أحد. الله الصمد. لم يلد ولم يولد. ولم يكن له كفوا أحد


(Arti - Katakanlah, Dia adalah Allah, satu-satunya Allah yang abadi dan mutlak Dia melahirkan tidak, tidak pula ia diperanakkan Dan tidak ada yang seperti dia (Ikhlas 1-4).....

Mereka juga mengklaim bahwa Allah Sky mereka telah menciptakan alam semesta ini. Mereka menyembah Sky ini Idol dan bersujud di depannya 5 kali sehari selama doa mereka. Baca selengkapnya ....

Ibnu Baz (1910-1999) Mufti Besar Arab Saudi menulis: (Sky mereka) Allah memiliki (i) tubuh fisik (al-Jism), (ii) Dia secara fisik duduk di langit, dan (iii) Ia memiliki tungkai, tangan, mata, lidah, wajah dan bagian tubuh lainnya. Baca lebih lanjut ...

Ibnu Taimiyah (1263-1328), salah satu pendiri Salafisme, menggambarkan karakteristik fisik Allah Sky mereka sebagai berikut:

(I) The Sky Allah kebutuhan (Artinya Tuhan tidak independen dan bukan diri subsisten)

(ii) Dia dibagi (Arti dewa dapat banyak, tetapi pada akhirnya itu adalah satu kesatuan saja - Kepercayaan ini persis sama dengan kepercayaan Kristen dan Hindu).

 (Iii) Dia berdiam di tempat.

 (Iv) Dia memiliki enam arah - up - down - kiri - kanan - depan - belakang. (Artinya, Allah Sky memiliki tubuh fisik). The Sky Allah duduk di atas langit dan wajahnya dalam arah tertentu.

 (V) Dia memiliki keterbatasan, tidak ada tapi dia tahu tentang hal itu. Bahkan tempatnya (hunian) memiliki keterbatasan yang di langit ketujuh. Jadi Allah Sky memiliki dua keterbatasan gerakan.

(Vi) Dia memiliki ukuran (tubuhnya).

 (Vii) Dia harus menciptakan terus menerus. Dia bisa memilih apa untuk membuat tapi dia tidak bisa memilih apakah akan membuat atau tidak. (Artinya, dia tidak berdaya, tidak memiliki pilihan tetapi untuk menciptakan terus menerus).

(Viii) Dia tidak dicampur dengan ciptaan-Nya tetapi duduk sendirian terpisah di langit.

(Ix) Dia memiliki dua mata yang nyata, dua tangan nyata, wajah asli (manusia seperti) dan anggota badan lainnya. Wajahnya dan anggota badan lain yang dikenal kepadanya saja. Baca lebih lanjut ...
Dr Zakir Naik Salafi Misionaris terkenal yang menjalankan Salafi Channel TV "TV Perdamaian", membandingkan Allah Sky mereka dengan Dewa lain dan mencoba untuk membuktikan bahwa mereka Idol Allah adalah yang terbesar dari semua.

FITUR FISIK Salafi SKY ALLAH

Informasi tentang ciri-ciri fisik dari Sky Allah disediakan oleh Salafi Scholars tidak termasuk berikut.

(I) Apakah tubuh mereka Sky Allah terdiri dari tulang, darah dan daging seperti manusia / hewan atau terdiri dari lumpur atau logam?

(Ii) Ibnu Taimiyah sekali secara fisik menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka Sky Allah berjalan seperti manusia. Jika Tuhan Sky mereka bisa berjalan seperti manusia dan tidak cacat fisik lalu mengapa ia memiliki keterbatasan gerakan dan tidak dapat mendekati manusia?

(Iii) Jika dia seperti manusia, maka mereka harus memberikan informasi berikut.

(A) Apakah dia memiliki rambut di kepalanya atau botak?
(B) Apakah dia memiliki kumis dan janggut di wajahnya?
(C) Apakah dia memiliki rambut di tangan, kaki, dada, dan tempat-tempat lain di tubuhnya?
(D) Apakah dia memiliki organ seperti jantung, hati, paru-paru, dll?
(E) Apakah dia memiliki semua organ eksternal seperti manusia.
(F) Apakah ia mencakup tubuhnya atau tidak?

(G) Ada banyak hal lain yang orang ingin tahu tentang mereka  Tuhan Langit , seperti jadwal rutinnya, hobi, dll Kami meminta banyak Salafi, Deobandi, Ikhwan dan para sarjana lainnya tentang rincian tersebut, tapi hampir semua dari mereka menjawab dalam pepatah negatif bahwa tubuh Tuhan mereka, bentuk fisik dan bagian yang dikenal kepadanya saja. Yah, kita semua tahu, ini adalah penyangkalan diri dan upaya untuk melarikan diri dari kebenaran untuk menghindari rasa malu.
 Karena mereka mengaku mengetahui begitu banyak fitur fisik mereka Sky Allah dan telah berhasil salah menafsirkan begitu banyak ayat-ayat Alquran dan hadis untuk mendukung klaim mereka, mereka harus dapat memberitahu beberapa rincian lebih lanjut juga, dengan salah mengartikan beberapa ayat Al-Quran dan hadits lebih. Kami berharap  ulama Salafi  akan mencoba ini dan menambahkan lebih banyak fitur fisik Tuhan langit yang dianut mereka. Baca lebih lanjut ...

Kami telah menulis Artikel yang sangat penting menjelaskan fakta tentang Allah (سبحانہ و تعا لی). Setiap orang harus membaca artikel itu untuk memperjelas keraguan dalam konteks ini. Kami menjamin semua teman-teman kita yang Salafi 'setelah membaca Pasal berikut, semua kebingungan mereka tentang Allah (سبحانہ و تعا لی) akan dihapus dan mereka akan Insya-Allah kembali ke jalan yang lurus Islam'.

 Fakta-fakta tentang Allah (سبحانہ و تعا لی)

PENELITIAN KAMI

Karena kami ingin mengetahui bagaimana dan kapan pemikiran dari Tuhan langit (Tuhan berada di langit) diidolakan dengan ciri fisik berasal dari pikiran Salafi ', kami melakukan penelitian yang komprehensif tentang hal ini didasarkan pada literatur Salafi. Kami mempelajari sejarah gerakan Salafi, sejarah keluarga kerajaan Saudi, tulisan terkemuka Kristen dan ulama Yahudi mengenai hal ini dan tren terbaru adalah Saudi-Salafi-Society. Kami juga mempelajari keyakinan orang kuno Semenanjung Arab dan keyakinan musyrik Mekah dan nenek moyang mereka.

Penelitian kami telah menghasilkan beberapa temuan yang menakjubkan. Kami ingin berbagi temuan ini dengan pembaca kami dalam Pasal ini. Kami positif bahwa orang akan menghargai usaha kami dan akan mendapatkan keuntungan dari pekerjaan kita.

1.Museum Nasional Arab Saudi dibuka di Riyadh pada tahun 1999 untuk merayakan ulang tahun keseratus (100 tahun) pendudukan Saudi Semenanjung Arab. Ini dirancang oleh Moriyama & Teshima Perencanaan, Kanada, pemenang Intl Design Competition untuk Museum ini.

2.Riyadh Museum at Night

Di antara artefak kuno lainnya, Museum rumah Dewa Idol kuno yang disembah oleh nenek moyang Saudi. Ini Idols dilaporkan telah ditemukan oleh orang Saudi di berbagai situs arkeologi di Kerajaan.

3.Diukir di batu, ini Idol Allah dianggap 4000 tahun SM. Hal ini mengingat pentingnya luar biasa dan fokus di Riyadh Museum, serta dalam Pameran Arkeologi Saudi di dunia. Courtesy - www.thenational.ae.

4. Idol itu ditempatkan di galeri pertama "Arabian Rute Pameran" Paris, Prancis, pada 16 Juli - 27 September Desember 2010. Pameran The Arabian Rute  kemudian bergeser ke La Caixa, Barcelona, Spanyol, pada Nov 4, 2010 - Feb 6, 2011. Di Spanyol juga, ini Idol Allah kuno diberikan dengan fokus khusus perhatian oleh penyelenggara Saudi. Pameran The Arabian Rute  akan diadakan di tiga kota Amerika selama 2011-12.

5. Pada tahun 1944, G. Caton Thompson menemukan patung ini di Southern Arab Saudi penggalian yang dianggap sebagai bulan-Allah musyrik (juga dikenal sebagai Hubul). Hal ini dikonfirmasi oleh arkeolog terkenal, seperti Richard Le Baron Bower Jr dan Frank P. Albright, "Penemuan Arkeologi di Arabia Selatan", Baltimore, John Hopkins Univ Press, 1958, p.78ff, dan Ray Cleveland, "An Kuno Arab Selatan Necropolis ", Baltimore, John Hopkins Univ Press, 1965; Nelson Gleuck," Dewa & Dolphins "NY, Farrar-Strauss-Giroux, 1965).

6. Pada tahun 1950 adalah bulan-Allah-Kuil utama digali di Hazor, Palestina. Dua berhala bulan-Allah ditemukan. Masing-masing adalah Idol duduk di atas takhta dengan bulan sabit terukir di dadanya. Prasasti yang menyertai membuat jelas bahwa ini adalah berhala Bulan-Allah. Beberapa Idols kecil juga ditemukan yang diidentifikasi oleh prasasti mereka sebagai anak-anak perempuan Bulan-Allah (Dikenal sebagai al-Lat, al-Uzza, dan Manat). Baca lebih lanjut.

Pelestarian dan menampilkan peninggalan purbakala adalah aspek yang paling penting dari kebijakan Pemerintah Saudi untuk 100 tahun terakhir.
7. Berhala-berhala yang disembah oleh nenek moyang Saudi dilestarikan bagi generasi masa depan mereka sebagai spesimen penting dari budaya Arab Saudi dan tradisi. Courtesy Arab News.

Saudi Departemen Museum dan Purbakala telah melakukan tugas menggali, mengelompokkan dan memelihara Idols disembah oleh nenek moyang Saudi. Departemen Arkeologi di King Saud University di Riyadh juga merupakan Lembaga penting yang mempertahankan warisan kuno Arab Saudi.

8. Kerja Restorasi paling penting dari Najd dilakukan baru-baru ini berada di Diriyah, Najd, rumah leluhur Saudi Royals.


Add caption
9. Tarut adalah sebuah pulau, empat kilometer persegi di radius, di Teluk Arab dekat Al-Qatif, Najd. Beberapa situs arkeologi telah tercatat sekitar pulau ini menunjukkan bukti ibadah Idol di Najd kuno.

Kami telah disediakan di bawah pengamatan yang menarik dari Saudi nasional yang mengunjungi Abdulraof Khalil Musuem di Jeddah pada bulan April 2010. Untuk detail, silahkan Klik Disini untuk membaca blog-nya.



SITUS PAHAM MUSABIHA WAHABI

PENELITIAN KAMI

Karena kami ingin mengetahui bagaimana dan kapan pemikiran dari Tuhan langit (Tuhan berada di langit) diidolakan dengan ciri fisik berasal dari pikiran Salafi ', kami melakukan penelitian yang komprehensif tentang hal ini didasarkan pada literatur Salafi. Kami mempelajari sejarah gerakan Salafi, sejarah keluarga kerajaan Saudi, tulisan terkemuka Kristen dan ulama Yahudi mengenai hal ini dan tren terbaru adalah Saudi-Salafi-Society. Kami juga mempelajari keyakinan orang kuno Semenanjung Arab dan keyakinan musyrik Mekah dan nenek moyang mereka.

Penelitian kami telah menghasilkan beberapa temuan yang menakjubkan. Kami ingin berbagi temuan ini dengan pembaca kami dalam Pasal ini. Kami positif bahwa orang akan menghargai usaha kami dan akan mendapatkan keuntungan dari pekerjaan kita.

Sumber :

http://www.cifiaonline.com/salafiskygodhistory.htm

 Demikianlah apa yang di lakukan Ilmuwan  di atsa adalah sudah suatu kepastian terjadi karena sudah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw,dan degan harapan dapat mempermudah pengertian serta pemahaman bagi yang sukar menerima degan hanya beberapa alasan,sekalipun ribuan alasan Wahabi itu sesat lagi menyesatkan,degan bukti situs dan keyataan Bani Saud telah melakukan ritual peyembahan Berhala LATA dan UZA ,Semoga yang terikut,tercebur,disengaja atau tidak agar segera lari dari itiqod dan syari'at Wahabi,yang Imanya 50 % ke Nabi Muhammad Saw dan 50 % ke Nabi Palsu yakni Muhammad bin Abdul Wahab,kembalilah ke pangkuan AHLUSSUNNAH WAL-JAMA'AH.

WAHABI MEMONOPOLI  AJARAN TAUHID MENGKAFIRKAN PARA ULAMA

Sekte Wahabi mengaku sebagai satu-satunya pemilik ajaran Tauhid yang bermula dari pendirinya, Muhamad bin Abdul Wahhab. Dengan begitu akhirnya mereka tidak mengakui konsep Tauhid yang dipahami oleh ulama muslimin selain sekte Wahabi dan pengikutnya. Kini kita akan melihat beberapa tekts yang dapat menjadi bukti atas pengkafiran Muhamad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama, kelompok dan masyarakat muslim selain pengikut sektenya. Kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hanbali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Beberapa ungkapan Muhamad bin Abdul Wahhab ,berikut ini, yang berkaitan dengan dakwaannya atas monopoli kebenaran konsep Tauhid versinya, dan menganggap selain apa yang dipahami sebagai kebatilan yang harus diperangi:

“…Dahulu, aku tidak memahami arti dari ungkapan Laailaaha illallah. Kala itu, aku juga tidak memahami apa itu agama Islam. (Semua itu) sebelum datang- nya anugerah kebaikan yang Allah berikan (kepadaku). Begitu pula para guru (ku), tidak seorangpun dari mereka yang mengetahuinya. Atas dasar itu, setiap ulama ’al-Aridh’ yang mengaku memahami arti Laailaaha illallah atau mengerti makna agama Islam sebelum masa ini (yakni sebelum masa anugerah Allah kepada Muhamad bin Abdul Wahhab, red) atau ada yang mengaku bahwa guru-gurunya mengetahui hal tersebut, maka ia telah melakukan kebohongan dan penipuan. Ia telah mengecoh masyarakat dan memuji diri sendiri yang tidak layak bagi dirinya.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 hal. 51 ).

Dengan ungkapannya itu Muhamad Abdul Wahhab mengaku hanya dirinya sendiri yang memahami konsep tauhid dari kalimat Laailaaha illallah dan telah mengenal Islam dengan sempurna. Dia menafikan pemahaman ulama dari golongan manapun berkaitan dengan konsep Tauhid dan pengenalan terhadap Islam, termasuk guru-gurunya sendiri dari madzhab Hanbali, apalagi dari madzhab lain. Dia menuduh para ulama lain yang tidak memahami konsep Tauhid dan Islam –ala versinya– telah melakukan penyebaran ajaran bathil, ajaran yang tidak berlandaskan ilmu dan kebenaran.

“Mereka (ulama Islam) tidak bisa membedakan antara agama Muhammad dan agama ‘Amr bin Lahyi’ yang dibuat untuk di-ikuti orang Arab. Bahkan menurut mereka, agama ‘Amr adalah agama yang benar.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51).

Siapakah gerangan ‘Amr bin Lahyi itu? Dalam kitab sejarah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa: “ Ia adalah pribadi yang pertama kali pembawa ajaran penyembah berhala ke Makkah dan sekitarnya. Dahulu ia pernah bepergian ke Syam. Disana ia melihat masyarakat Syam menyembah berhala. Melihat hal itu ia bertanya dan lantas dijawab: ‘Berhala-berhala inilah yang kami sembah. Setiap kali kami menginginkan hujan dan pertolongan maka merekalah yang menganugerahkannya kepada kami, dan memberi kami perlindungan”. Kemudian ‘Amr bin Lahy berkata kepada mereka: ‘Apakah kalian tidakberkenan memberikan patung-patung itu kepada kami sehingga kami bawa ke tanah Arab untuk kami sembah?’.Lalu ia mengambil patung terbesar yang bernama Hubal untuk dibawa ke kota Makkah yang kemudian diletakkan di atas Ka’bah. Dia menyeru masyarakat sekitar untuk menyembahnya” (Lihat: as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hisyam jilid 1 hal.79). Dengan demikian Muhamad bin Abdul Wahhab telah menyamakan para ulama Islam –selain dia dan pengikutnya– dengan ‘Amr bin Lahy pembawa ajaran syirik dan menuduh para ulama mengajarkan ajaran syirik serta para pengikutnya sebagai penyembah berhala yang dibawa oleh ulama-ulama Islam itu. Siapapun yang memahami ajaran Tauhid ataupun pemahaman Islam yang berbeda dengan versi Muhamad Ibnu Abdul-Wahhab dan pengikutnya, maka ia masih tergolong sesat karena tidak mendapat anugerah khusus Ilahi. Tidak lain karena, para ulama Islam –selain sekte Wahabi– meyakini legalitas ajaran seperti Tabarruk, Tawassul…dan sebagainya.

— bersama Syukron Machfudz Alhafidz, ayu tenan dan Fa Jameela Khan.
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=473094149427237&set=a.103435949726394.5355.100001799685063&type=1
Telaah Ahlu Sunnah wal Jama'ah yang sebenarnya dari berbagai aspek.

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Alhamdulillah konstantinopel akhirnya takluk ditangan Sultan Muhammad al-Fatih, salah seorang Sultan dari keKhalifahan Turki Ustmani. KeKhalifahan yang akhirnya dihancurkan oleh dinasty saudi dengan alasan banyak melakukan kesyirikan dan untuk memurnikan Tauhid.

Benarkah keKhalifahan Turki Ustmani banyak melakukan praktek kesyirikan?
Jika kita lihat dari Hadits tsb ternyata keSultanan Turki Ustmani justru merupakan keSultanan yang mendapat pujian dari Baginda Rasulullah SAW melalui salah satu Sultan dan para pasukannya.

Sedangkan dinasti saud????
Bisa saja mulut berkata manis memurnikan Tauhid, tapi hanya yang Tauhidnya benar2 murni sajalah yang mendapat pujian dari Baginda Rasulullah Shollallahu alaihi wa sallam
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=420730661330253&set=a.103435949726394.5355.100001799685063&type=1&theater

55 kesesatan wahabi dan salafi,Ini hanya yang dipaparakan 55 saja,kalo mau kita tulis ribuan kesesatan Wahabi,bahkan dapat disimpulkan bahwa Wahabisme itu Musuh Allah dan Rasul-nya,tidak ada bedanya baik itu syi'ah Iran,Syi'ah Fakistan ,Nasrani, maupunYahudi bagi kita Ummat Nabi Muhammad Saw.

1. Golongan yang membawa AqidahYahudi (Allah duduk bersemayam).
2. Golongan yang beriman kepada sesetengah ayat dan kafir dengan sesetengah ayat Al-Quran.
3. Golongan yang menolak Takwil pada sesetengah ayat, dan membolehkan Takwil pada yang mengikut nafsu mereka.
4.Golongan yang menafikan Kenabian Nabi Adam A.S.
5. Golongan yang menyatakan bahawa Alam ini Qidam(Rujuk pandangan ibn Taimiyyah).
6. Golongan yang mengkafirkanImam Abu al-Hasan Al-Asa’rie dan seluruh Ummat Islam yang berpegang kepada method Aqidah yang telah disusuh oleh Imam tersebut.
7. Golongan yang mengkafirkan Sultan Sholahuddin Al-Ayyubi dan Sultan Muhammad Al- Fateh.
8. Golongan yang mengkafirkan Imam An-Nawawi dan Seluruh Ulama’ Islam yang mengikutm(Asya’irah dan Maturidiyyah).
9. Golongan yang mengdhoifkan hadi-hadis shohih dan mengshohihkan hadis-hadis dhoif (lihatpenulisan Albani).
10. Golongan yang tidak mempelajari ilmu dari Guru atau Syeikh, hanya membaca.
11. Golongan yang mengharamkan bermusafir ke Madinah dengan niat ziarah Nabi Muhammad SAW.
12. Golongan yang membunuh Ummat Islam beramai-ramai di Mekah, Madinah, dan beberapa kawasan di tanah Hijaz (lihat tarikh an-najdi).
13. Golongan yang meminta bantuan Askar dan Senjata pihak Britain (yang bertapak di tempat; Kuwait pada ketika ini) ketika kalah dalam perang ketika mereka mahu menjajah Mekah dan Madinah.
14. Golongan yang menghancurkan turath(sejarah peninggalan) UmmatIslam di Mekah dan Madinah.(lihat kawasan perkuburan Jannatul Baqi’, Bukit Uhud dan sebagainya)
15. Golongan yang membenci kaum ahlul bait. (kononnya bagi wahabi; semua ahlul bait syiah@sesat)
16. Golongan yang bersalahan dengan Ijma’ para Shohabah, Tabi’in, Salaf, khalaf dan seluruh Ulama’ ASWJ.
17. Golongan yang mendakwa Aqal tidakboleh digunakan dalam dalil syarak, dengan menolok fungsi Aqal.(ayat-ayat Al-Quran menyarankan menggunakan Aqal)
18. Golongan yang mengejar syuhrah(pangkat, nama, promosi,kemasyhuran) dengan menggunakan fahaman salah mereka terhadap Al-Quran dan As- Sunnah. (Malah Al-Quran dan As-Sunnah bebas daripada apa yang wahabi war-warkan)
19. Golongan yang mengdhoifkan hadis solat terawikh 20 rakaat. (Albani)
20. Golongan yang mengharamkan menggunakan Tasbih.(Albani)
21. Golongan yang mengharamkan berpuasa pada hari sabtu walaupun hari Arafah jatuh pada hari tersebut.(Albani)
22. Golongan yang memperlecehkan Imam Abi Hanifah R.A.(Albani)
23. Golongan yang mendakwa Allah memenuhi alam ini dan menghina Allah dengan meletakkan anggota pada Allah SWT.24. Golongan yang mendakwa Nabi Muhammad SAW tidak hayyan (hidup) di kubur Nabi Muhammad SAW.(Albani)
25. Golongan yang melarang membaca “Sayyidina” dan menganggap perbuatan itu bida’ah sesat.
26. Golongan yang mengingkari membaca Al-Quran ke atas si mati dan membaca Talqin.
27. Golongan yang melarang membaca selawat selepas azan. (Albani)
28. Golongan yang mengatakan Syurga dan Neraka ini fana’(tidak akan kekal).(ibn Taimiyyah)
29. Golongan yang mengatakan lafaz talaq tiga tidak jatuh, jika “aku talaq kamu dengan talaq tiga “. (ibn Taimiyyah.
30. Golongan yang Mengisbatkan (menyatakan/menetapkan) tempat bagi Allah, mengatakan Allah turun seperti turunnya. (Ibn Taimiyyah)
31. Golongan yang menggunakan wang ringgit untuk menggerakkan ajaran sesat mereka, membuat tadlis(penipuan dan pengubahsuaian) di dalam kitab- kitab ulama’ yang tidakbersependapat dengan mereka.
32. Golongan yang mengkafirkan sesiapa orang Islam yang menetap di Palestine sekarang ini.(Albani)
33. Golongan yang mengbid’ahkanseluruh ummat Islam.34. Golongan yang menghukumkan syirik terhadap amalan ummat Islam.
35. Golongan yang membawa ajaranTauhid 3 dan tidak pernah diajar oleh Nabi Muhamad SAW.(Ibn Taimiyyah)36. Golongan yang mengatakan bahawa Abu Jahal dan Abu Lahab
juga mempunyai Tauhid, tidak pernah Nabi Muhammad SAW ajar begini atau pun para Shohabah R.A. (Muhamad abd Wahab)
 37. Golongan yang membolehkan memakai lambang “salib” hanya
semata-mata untuk mujamalah/urusan rasmi kerajaan, ianya tidak kufur. (Bin Baz)
38. Golongan yang membiyayai kewangan Askar Kaum Kuffar untuk membunuh Ummat Islam dan melindungi negara mereka. (kerajaan Wahabi Saudi)
39. Golongan yang memberi Syarikat-Syarikat Yahudi memasuki Tanah Haram.(Kerajaan Wahabi Saudi)
40. Golongan yang memecahbelahkan Ummat Islam dan institusi kekeluargaan.
41. Golongan yang mengharamkan Maulud dan bacaan-bacaan barzanji, marhaban.
42. Golongan yang menghalalkan meletupkan diri atas nama jihad
walaupun orang awam kafir yang tidak bersenjata mati. (selain di
Palastine)
43. Golongan yang menghalalkan darah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Asya’irah dan
Maturidiyyah. Lihat di Lubnan, Chechnya, Algeria, dan beberapa negara yang lain.
44. Golongan yang menimbulkan fitnah terhadap Ummat Islam dan memburukkan nama baik &murni Islam.
45. Golongan yang membuat kekacauan di Fathani, Thailand.
46. Golongan yang sesat menyesatkan rakyat Malaysia.
47. Golongan yang meninggalkan ajaran dan ilmu-ilmu Ulama’ ASWJ yang muktabar. 48. Golongan yang meninggalkan methodologi ilmu ASWJ.
49. Golongan yang Minoriti dalam dunia, malah baru setahun jagung.
50. Golongan yang menuduh orang lain dengan tujuan melarikan diri atau menyembunyikan kesesatan mereka.
51. Golongan yang Jahil, tidak habis mempelajari ilmu-ilmu Agama, tetapi mahu buat fatwa sesuka hati.
52. Golongan yang melarang bertaqlid, tetapi mereka lebih bertaqlid kepada mazhab sesat mereka.(sehinggakan solat pun guna mazhab Albani shj)
53. Golongan yang secara zahirnya berjubah, berkopiah, singkat jubah,
janggut panjang, tetapi berliwat, tidak menghormati ulama’, mengutuk para Alim Ulama’, tidak amanah dengan Ilmu dan Agama Islam.
54. Golongan yang tiada hujjah dalam ajaran mereka.
55. Golongan yang membawa jaran sesat Ibn Taimiyyah/Muhamad Ibn Abd Wahab, kedua-dua individu ini telah dicemuh, ditentang, dijawab dan dikafirkan oleh Jumhur
Ulama’ ASWJ atas dasar Aqidah mereka yang Sesat
=======================

Saudara/i ku yang di Muliakan oleh ALLAH, ketahuilah bahwa sindah- indahnya Makhluk yang di ciptakan oleh ALLAH AZZA WA JALLA adalah Sayyidina Muhammad SAW. Semoga Shalawat dan salam yang Abadi selalu tercurahkan kepada Semulia-mulia cipta'an ALLAH yaitu Sayyiidna Muhammad SAW...

Saudaraku yg kumuliakan, kebahagiaan dan Kesejukan RahmatNya semoga selalu menaungi hari hari anda,— bersama Mbahe Mplitit, Putra Salafi, ANna Zhaqiya LisAniyyah, dan 37 lainnya.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=263125990489640&set=a.139436269525280.27925.100003767230950&type=1&theater
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=575557442491066&set=pcb.575558039157673&type=1&theater

LAKUM DINUKUM WALIYADIN

Komentar yang dikomentarkan kepada Page Ansori Dahlan,atas Tate Ridwan protest kepada majelis Zikir Tahlilan :

Mereka memaksa kan diri untuk menghancurkan Islam,ya lumayan mereka juga dapat pengikut ! tapi yang tidak mau meninggalkan islam,kembali ke Agama Wahabi ya..Si Tante Ridwan Jagan memaksakan diri. udah diam di kamar sholatlah cara Salafi wahabi,jagan pernah bermasyarakat,tertutuplah di rumah-rumah kalian.Awas jagan pernah lihat orang tahlilan,maulidan,yasinan karena itu akan sangat menyiksa Tuhan Wahabi,dan syetan-nya Wahabi serta Junjugan Wahabi,jadi kalo bisa jagan ganggu lagi umat Islam.

Bagi kita makluna 'akmaluna malukum 'akmalukum lakum dinukum waliyadin, bukankah sudah jelas bahwa kita tidak satu agama. kalian mengkafirkan Islam dalam jajaran Ahlussunnah Wal-Jama'ah,Nabi Muhammad Saw,dihukum tidak maksum dan belum sempurna menjalankan syari'at islam,karena Nabi Muhammad Saw bertawasul bahkan Rajanya bertawasul dan tempat tawasul,yang dilakukan oleh seluruh shahabat Nabi Muhammad Saw,seluruh ulamak,Nabi-nabi dan Auliyak,tidak ada satupun yang tidak dikafirkan Wahabi sampe ke Nabi Adam as dan Siti Hawa.

Jadi jalan kita memang berbeda itu untuk di sadari Tante Ridwan dan yang lainya,saya juga pernah ya..begitu degan dosen Tri Sakti.sampai salah satu maha siswanya gak aktif lagi ikut gara-gara bersih keras mengkafirkan Ayah dan Ibunda Nabi Muhammad Saw. Jadi tolong di ingat memang jalan Agama Wahabi tidak pernah akan sama degan agama yang dibawa Nabi Muhammad Saw dan yang dipelihara dan dita'ati oleh Ahlussunnah Wal-Jama'ah(Aswajah) .

Jadi bagi pemeluk agama Wahabi berjalannlah,beribadahlah sesuai degan tuntunan Muhammad bin Abdul Wahab terhadap Islam yang di Bawa Nabi Muhammad Saw. karena kita jauh berbeda ! kalian cuman 50 % beriman kepada Nabi Muhammad Saw 50 % beriman kepada Al-Mujadid kalian yakni Muhammad bin Abdul Wahab degan Fatwah dan Wahyu diatas Al-Qur'an dan hadist walau cuman satu ayat saja, yakni :

BARANG SIAPA MENGIKUTI FATWA WAHABI MAKA MUKMIN , MENOLAKNYA KAFIR HALAL DARAHNYA (UNTUK DIBUNUH ) HALAL HARTANYA UNTUK DIRAMPAS).

Bagi kami menilai agama wahabi sama degan menilai Agama Syi'ah dan Agama Mirza Gulham Ahmad,mereka ada Iman kepada Nabi Muhammad Saw 50 %,dan 50 % beriman kepada Nabi palsu mereka.

Karena kalian selalu saja memprotest maka kami simpulkan kalian adalah Islam protestant.

Karena kalaian mengkafirkan seluruh ulamak dan menghukum musyrik mempelajari 4 Mazhab maka kami sebut kalian Islam Tanpa mazhab.

Karena kalian ber Aqidah Yahudi ,yakni ber I'tikodkan Tuhan seperi mahluk,punya mata,punya teligah,bertulang belakang,punya tangan dan kaki yang digunakan naik turun dar lagit ke bumi (The Sky God) dan menafikan kajian Tauhid sifat 20 dalam konsep Awwaludin Ma'rifatullah ,maka kami katakan kalian adalah YAHUDI ( beraqidah Yahudi).

Karena kalian mengotak atik kitab para ulamak.Al-Qur'an dan Hadist
dibelokan ke aqidah dan syari'at Wahabi dan Ayat-ayat Al-qur’an mutasabiha atas tauhid Rububiah dan uluhiyan serta asma’iyah maka kami katakan kalian adalah Ahlul Kitab dalam syari'at Nabi Muhammad Saw. seperti Samiri kepada Nabi Musa as,seperti Rasul Petrus II kepada Nabi Isa as.,Karena kalain meyakini Muhammad bin Abdul Wahab,maka kami katakan kalian penngikut Nabi Palsu. itu bagi kami,tapi kalo bagi kalian Nabi penyempurna syari'ah Nabi Muhammad Saw. Ingat saja si Tante Ridwanya itu, Jalur trayek kita memang berbedah.

Nah kalo mau kembali ke Ahlussunnah Wal-Jama'ah.

Menta'ati Al-Qur'an sebagaimana pemahaman para ulamak ,Ahlul bait ( Sayyidina Ali,Sayyidina Abass) asy'ariyah dalam fiqih dan maturidiyah dari Chulafairosidin (Abu bakar,Umar dan Ustman ra) dan Sunnah Rasulullah dan perintah Allah untuk mentati Nabi Muhammad Saw dan dalam Ber tasauf, bukan tasauf modern.

Itulah harapan kami,Ingat tidak ada paksaan untuk kembali ke Ahlussunah Wal-Jama'ah. bagi kami telah maklum kekafiran firqoh-firqoh itu tapi kami tidak ribut you kafir ! you kafir !,karena prinsip kami Maluna akmaluna malukum akmalukum lakum dinukum waliyadin,tapi bila kami diganggu jagan salahkan kami,karena kami tidak akan tinggal diam degan cara kami dan sebisa kami.

Seperti saya sendiri,sebisa saya. Herman Maulana On Selamat bersahur,dan semoga bermanfa'at

Allahummasoli'ala sayyidina Muhammad wa'ala alihi wa ashabihi ajama'in

Astaghfirullahal'aziem,lahaula wala qowataila billahil; aliyil aziem.

Sember
http://radarmatahari.blogspot.com/2013/07/bukti-sejarah-secara-ilmiyah-telah.html

Semoga bermanfaat

Wahabi melecehkan para ulama

Foto Nur Farhana Adilah Binti Ahmad Khushiri.
PELECEHAN SI DUL WAHAB (pendiri agama wahabi) TERHADAP SEMUA ULAMA agama ISLAM
================
moh abdul wahab pendiri wahabi berkata : “Mereka (ulama Islam) tidak bisa membedakan antara agama Muhammad dan agama ‘Amr bin Lahyi yang dibuat untuk diikuti orang Arab. Bahkan menurut mereka, agama ‘Amr adalah agama yang benar.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51)

Siapakah ‘Amr bin Lahyi itu?

Dalam kitab sejarah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa; “Ia adalah pribadi yang pertama kali pembawa ajaran penyembah berhala ke Makkah dan sekitarnya. Dulu ia pernah bepergian ke Syam. Di sana ia melihat masyarakat Syam menyembah berhala. Melihat hal itu ia bertanya dan lantas dijawab: “berhala-berhala inilah yang kami sembah. Setiap kali kami menginginkan hujan dan pertolongan maka merekalah yang menganugerahkannya kepada kami, dan memberi kami perlindungan”. Lantas Amr bin Lahy berkata kepada mereka: “Apakah kalian tidak berkenan memberikan patung-patung itu kepada kami sehingga kami bawa ke tanah Arab untuk kami sembah?”. Kemudian ia mengambil patung terbesar yang bernama Hubal untuk dibawa ke kota Makkah yang kemudian diletakkan di atas Ka’bah. Lantas ia menyeru masyarakat sekitar untuk menyembahnya“ (Lihat: as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hisyam jilid 1 halaman 79).
==========
 

Jawaban umat islam terhadap PELECEHAN ulama oleh si dul wahab pendiri agama wahabi

1. ulama adalah pewaris para nabi
“al-Ulama’u warosatul an biyaa’i” (Ulama itu adalah pewaris nabi, H.R. Turmudzi)
2. belajar kepada para ulama dalam agama islam
Luqman al-Hakim berwasiat kepada anaknya,



يا بني جالس العلماء وزاحمهم بركبتيك فإن الله يحيي القلوب بنور الحكمة كما يحيي الله الأرض الميتة بوابل السماء

Wahai anak kesayanganku, duduklah bersama para ulama', dekatilah mereka dan ambillah ilmu dari mereka. Sesungguhnya Allah menghidupkan hati-hati dengan cahaya Hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yg mati den
(al-Muwatta', Imam Malik)

Muhammad bin Abdul Wahhab si "Tukang Kafir" Seri 1    

Kali ini, kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hambali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Dalam kitab tersebut, penulis menjelaskan beberapa redaksi langsung dari Ibnu Abdul Wahhab yang dengan jelas dan gamblang membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan banyak dari kaum muslimin, yang tidak sepaham dengan pemikirannya. HTML clipboard

Bukti Lain Pengkafiran Wahhaby;

Muhamad bin Abdul Wahhab Menganggap Para Ulama Musyrik (1)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sekte Wahabi adalah sekte yang memiliki kekhususan tersendiri dari kelompok muslim lain, yaitu pengkafiran. Setelah kita mengetahui beberapa bukti pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama, kelompok dan masyarakat muslim selain pengikut sektenya, kini kita akan melihat kembali beberapa teks yang dapat menjadi bukti atas pengkafiran tersebut. Kali ini, kita akan menjadikan buku karya Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Hambali an-Najdi yang berjudul “Ad-Durar as-Saniyah” sebagai rujukan kita. Dalam kitab tersebut, penulis menjelaskan beberapa redaksi langsung dari Ibnu Abdul Wahhab yang dengan jelas dan gamblang membuktikan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab telah mengkafirkan banyak dari kaum muslimin, yang tidak sepaham dengan pemikirannya.

Kita akan mengambil beberapa contoh yang dinukil dari kitab di atas dan sedikit memberikan komentar sesuai dengan apa yang dinukil oleh penulis;

1- Muhamad bin Abdul Wahhab Mengaku Pemilik Ajaran Tauhid Sejati

Ternyata fenomena mengaku-ngaku sebagai satu-satunya pemilik ajaran Tauhid para pengikut sekte Wahhaby itu bermula dari pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab. Dengan begitu akhirnya mereka tidak menganggap konsep Tauhid yang dipahami oleh ulama muslimin lain (Ahlusunnah), karena sikap keras kepala dan merasa paling benar sendiri.

Kali ini, kita akan lihat ungkapan Muhammad bin Abdul Wahab berkaitan dengan dakwaannya atas monopoli kebenaran konsep Tauhid versinya, dan mengaggap selain apa yang dipahami sebagai kebatilamn yang harus diperangi:

“…Dahulu, aku tidak memahami arti dari ungkapan Laailaaha Illallah. Kala itu, aku juga tidak memahami apa itu agama Islam. (Semua itu) sebelum datangnya anugerah kebaikan yang Allah berikan (kepadaku). Begitu pula para guru(ku), tidak seorangpun dari mereka yang mengetahuinya. Atasa dasar itu, setiap ulama “’al-Aridh’” yang mengaku memahami arti Laailaaha Illallah atau mengerti makna agama Islam sebelum masa ini (anugerah kepada Muhammad bin Abdul Wahhab, red) atau ada yang mengaku bahwa guru-gurunya mengetahu hal tersebut maka ia telah melakukan kebohongan dan penipuan. Ia telah mengecoh masyarakat dan memuji diri sendiri yang tidak layak bagi dirinya.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51 )

Dari ungkapan di atas telah jelas bagaimana Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan:

a- Mengaku hanya dirinya (monopoli) selama ini yang paham konsep Tauhid dari kalimat Laailaaha Illallah dan telah mengenal Islam dengan sempurna.

b- Menafikan pemahaman ulama dari golongan manapun berkaitan dengan konsep Tauhid dan pengenalan terhadap Islam, termasuk guru-gurunya sendiri dari mazhab Hambali. Apalagi dari mazhab lain.

c- Menuduh para ulama lain yang -versinya- tidak memahami konsep Tauhid dan Islam telah melakukan penyebaran ajaran batil, ajaran yang tidak berlandaskan ilmu dan kebenaran.

d- Hanya dirinya yang mendapat anugerah khusus Ilahi itu. Dan dirinya pulalah yang berhak mendapat pujian, baik di dunia maupun di akherat. Karena tentu kebatilan -versinya- mustahil akan menjanjikan keselamatan dan kebahagiaan sejati di akherat.

Dari ungkapan Syeikh Wahhabi itu maka janga heran jika para pengikutnya pun hingga saat ini terus men-talqin-kan diri mereka telah selamat dari kesesatan pemahaman ulama-ulama yang tidak memahami konsep Tauhid -sebagai landasan utama agama Islam- dan segala hal yang berhubungan dengan pemahaman agama Islam. Dari sinilah pengkafiran kelompok Wahhaby dan monopoli kebenaran muncul di benak kaum Wahaby.

Dari situ maka jangan heran jika pelecehan terhadap para ulama Islam pun mulai gencar ia lakukan. Sebagai contoh apa yang telah disebutkannya:

“Mereka (ulama Islam) tidak bisa membedakan antara agama Muhammad dan agama ‘Amr bin Lahyi yang dibuat untuk diikuti orang Arab. Bahkan menurut mereka, agama ‘Amr adalah agama yang benar.” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 51)

Siapakah gerangan ‘Amr bin Lahyi itu? Dalam kitab sejarah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa; “ia adalah pribadi yang pertama kali pembawa ajaran penyembah berhala ke Makkah dan sekitarnya. Dulu ia pernah bepergian ke Syam. Di sana ia melihat masyarakat Syam menyembah berhala. Melihat hal itu ia bertanya dan lantas dijawab: “berhala-berhala inilah yang kami sembah. Setiap kali kami menginginkan hujan dan pertolongan maka merekalah yang menganugerahkannya kepada kami, dan memberi kami perlindungan”. Lantas Amr bin Lahy berkata kepada mereka: “Apakah kalian tidak berkenan memberikan patung-patung itu kepada kami sehingga kami bawa ke tanah Arab untuk kami sembah?”. Kemudian ia mengambil patung terbesar yang bernama Hubal untuk dibawa ke kota Makkah yang kemudian diletakkan di atas Ka’bah. Lantas ia menyeru masyarakat sekitar untuk menyembahnya“ (Lihat: as-Sirah an-Nabawiyah karya Ibnu Hisyam jilid 1 halaman 79)

Jadi muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan:

a- Menyamakan para ulama Islam dengan ‘Amr bin Lahy pembawa ajaran syirik.

b- Menuduh para ulama mengajarkan ajaran syirik.

c- Menuduh para pengikut ulama Islam sebagai penyembah berhala yang dibawa oleh ulama-ulama Islam itu.

Dari sini jelas sekali bahwa pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap para ulama dan kaum muslimin sangatlah nampak sekali sebagaimana matahari di siang bolong. Ia telah menvonis bahwa, siapapun yang memahami ajaran Tauhid ataupun pemahaman Islam yang berbeda dengan apa yang di otaknya maka ia masih tergolong sesat karena tidak mendapat anugerah khusus Ilahi. Ajaran itu dipastikan sama dengan ajaran syirik nan sesat sebagaimana ajaran ‘Amr bin Lahy, pembawa berhala ke kota Makkah. Itu karena, para ulama Islam meyakini legalitas ajaran seperti Tabarruk, Tawassul…dsb.

Bersambung….
Semoga bermanfaat.

Untuk yang anti Ta'wil



 
Buta di dunia nawun di akhirat akan bisa melihat, ini merupakan ta'wil dari ayat Al Qur'an.
Mereka ulama wahabi, mengapa bs demikian ya?

Buta di dunia nawun di akhirat akan bisa melihat, ini merupakan ta'wil dari ayat Al Qur'an.
Mereka ulama wahabi, mengapa bs demikian ya?

ومن كان في هذه اعمى فهو في الاخرة اعمى واضل سبيلا


"Barang siapa didunia ini dia buta, maka diakhirot dia juga buta dan tersesat jalanya ".
(Al Isro' : 72)

Jika wahabi melarang takwil dlm ayat...maka ayat ini sbg dalil bhw mereka yg buta akan masuk neraka.

Buta bukan lahiriahnya.. Tapi maksud ayat itu buta mata hatinya..

Jika menganggap yg buta di dunia maka di akhirat akan buta dan tersesat. Maka bagaimana nasib orang buta di dunia?


"Barang siapa didunia ini dia buta, maka diakhirot dia juga buta dan tersesat jalanya ".

Jika wahabi melarang takwil dlm ayat...maka ayat ini sbg dalil bhw mereka yg buta akan masuk neraka.

Buta bukan lahiriahnya.. Tapi maksud ayat itu buta mata hatinya..

Jika menganggap yg buta di dunia maka di akhirat akan buta dan tersesat. Maka bagaimana nasib orang buta di dunia?



DIALOG SYAIKH AL-SYANQITHI VS WAHHABI TUNA NETRA

JU'NAH AL-ATHTHAR 1

Kelompok Salafi/Wahabi ini percaya bahwa Al-Qur’an dan Sunnah hanya bisa diartikan secara tekstual (apa adanya teks) atau literal dan tidak ada arti majazi atau kiasan didalamnya. Pada kenyataannya terdapat ayat al-Qur’an yang mempunyai arti harfiah dan ada juga yang mempunyai arti majazi, yang mana kata-kata Allah swt. harus diartikan sesuai dengannya. Jika kita tidak dapat membedakan diantara keduanya maka kita akan menjumpai beberapa kontradiksi yang timbul didalam Al-Qur’an. Maka dari itu sangatlah penting untuk memahami masalah tersebut. Dengan adanya keyakinan seluruh kandungan Al-Qur’an dan Sunnah secara tekstual atau literal dan jauh dari makna Majazi atau kiasan ini, maka akibatnya mereka memberi sifat secara fisik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (umpama Dia Subhanahu wa Ta’ala mempunyai tangan, kaki, mata dan lain-lain seperti makhluk-Nya). Mereka juga mengatakan terdapat kursi yang sangat besar (‘Arsy) dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala. duduk (sehingga Dia membutuhkan ruangan atau tempat untuk duduk) diatasnya. Terdapat banyak masalah lainnya yang diartikan secara tekstual. Hal ini telah membuat banyak fitnah diantara ummat Islam dan inilah yang paling pokok dari mereka yang membuat berbeda dari Madzhab yang lain.

Berkaitan dengan pemahaman wahabi salafi tersebut ada sebuah kisah menarik antara Syeikh Al-Syanqithi dengan seorang wahabi tuna netra sbb:

Ketika orang-orang Wahhabi memasuki Hijaz dan membantai kaum Muslimin dengan alasan bahwa mereka telah syirik, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi Saw. dalam sabdanya : “Orang-orang Khawarij akan membunuh orang-orang yang beriman dan membiarkan para penyembah berhala.” Mereka juga membunuh seorang ulama terkemuka.

Mereka menyembelih Syaikh Abdullah Al-Zawawi, guru para ulama madzhab Al-Syafi’i, sebagaimana layaknya menyembelih kambing. Padahal usia beliau sudah di atas 90 tahun. Mertua Syaikh Al-Zawawi yang juga sudah memasuki usia senja juga mereka sembelih.

Kemudian mereka memanggil sisa-sisa ulama yang belum dibunuh untuk diajak berdebat tentang tauhid, Asma Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya. Ulama yang setuju dengan pendapat mereka akan dibebaskan. Sedangkan ulama yang membantah pendapat mereka akan dibunuh atau dideportasi dari Hijaz.

Di antara ulama yang diajak berdebat oleh mereka adalah Syaikh Abdullah Al-Syanqithi, salah seorang ulama kharismatik yang dikenal hafal Sirah Nabi Saw. Sedangkan dari pihak Wahhabi yang mendebatnya, di antaranya seorang ulama mereka yang buta mata dan buta hati. Kebetulan perdebatan berkisar tentang teks-teks Al-Qur’an dan Hadits yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka bersikeras bahwa teks-teks tersebut harus diartikan secara literal dan tekstual, dan tidak boleh diartikan secara kontekstual dan majazi.

Si tuna netra itu juga mengingkari adanya majaz dalam Al-Qur’an. Bahkan lebih jauh lagi, ia menafikan majaz dalam bahasa Arab, karena taklid buta kepada Ibn Taimiyah dan Ibn Al-Qayyim. Lalu Syaikh Abdullah Al-Syanqithi berkata kepada si tuna netra itu:

“Apabila Anda berpendapat bahwa majaz itu tidak ada dalam Al-Qur’an, maka sesungguhnya Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an :

وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلا

“Dan barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” (QS. Al-Isra’ : 72).

Berdasarkan ayat di atas, apakah Anda berpendapat bahwa setiap orang yang tuna netra di dunia, maka di akhirat nanti akan menjadi lebih buta dan lebih tersesat, sesuai dengan pendapat Anda bahwa dalam Al-Qur’an tidak ada majaz ?”

Mendengar sanggahan Syaikh Al-Syanqithi, ulama Wahhabi yang tuna netra itu pun tidak mampu menjawab. Ia hanya berteriak dan memerintahkan anak buahnya agar Syaikh Al-Syanqithi dikeluarkan dari majlis perdebatan. Kemudian si tuna netra itu meminta kepada Ibn Saud agar mendeportasi Al-Syanqithi dari Hijaz. Akhirnya ia pun dideportasi ke Mesir. (Kitab Al-Ju’nat Al-Aththar (autobiografi perjalanan hidup) karya Al-Hafizh Ahmad bin Muhammad bin Al-Shiddiq Al-Ghumari Al-Hasani juz 1 pasal 60 hal 36)

Ibnu Taimiyyah mentakwil ayat Al-Quran.

Dalam kitab Majmu’ Al-Fatawi Juz 2 halaman : 433, disebutkan bahwasanya Ibnu Taimiyyah berkata :

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ [القصص:88] أي: دينه وإرادته وعبادته، والمصدر يضاف إلى الفاعل تارة وإلى المفعول أخرى، وهو قولهم: ما أريد به وجهه، وهو نظير قوله:{لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا}[الأنبياء:22]. فكُلُّ معبود دون الله باطل، وكل ما لا يكون لوجهه فهو هالك فاسد باطل، وسياق الآية يدل عليه وفيه المعنى الآخر)) اهـ


كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَه


“Segala sesuatu itu pasti hancur kecuali wajah-Nya “, maksudnya (kata Ibnu Taimiyyah) adalah “ Agama-Nya, Iradah dan penyembahan pada-Nya “… Wallahu a’lam bish-Shawab

Catatan :

Wahai para pengaku bermanhaj salaf (wahabi-salafi), beranikah kalian mengatakan Ibnu Taimiyyah seorang Jahmiy (Mengingkari sifat Allah) ???
 
 


Ibnu Abbas mengajarkan Ta'wil dan Fikih Kitab al hilyah 1/320

Bagaimna dngan ilmu syayyidina ibnu abbas ra akan takwil?

KAUM MUSLIMIN BERKKUMPUL DI RUMAH SYAYYIDINA IBNU ABBAS RA DAN BELIAU MENGAJARKN SELURUH PERMASALAHN ILMU

Abu nu'aim meriwayatkn hadis dalm kitab al hilyah 1/320 dari abu shaleh ia berkata: aku melihat ibnu abbas ra sedang duduk, dan sungguh, andaikan ada orng quraisy yg di agungkn maka dialah orng yg pantas di agungkan.sungguh aku melihat orng2 berkumpul hingga memenuhui jalan2 shngga tdk ada lagi jalan untuk orng yg dtng dan pergi. kemudian akupun masuk menemuinya dan memberikntahukan bahwa bnyak orng ada berada di pintu rumahnya.

Ia berkata (ibnu abbas ra) : letakkanlah air wudhu untukku,

kemudian iapun berwudhu dan duduk berkata: keluarlah dan katakan kepda mereka: barang siapa yg hendak bertanya tentang al qur'an, hurufnya dan sesuatu yg ada hubungannya dngan al qur'an masuklah.

Aku (abu shaleh) pun keluar mengizinkan mereka masuk hingga memenuhi rumah dan kamarnya. mereka tdk berkata apapun kpda ibnu abbas ra kecuali beliau sendri yg memberiyahukan kpda mereka serta menmbahkn apa2 yg mereka tanyakan atau memperbnyaknya.
 
Kemudian ia berkta: perhatikanlah, saudara2! kalian janganlah duduk terlalu lama karena yg lain sedang menunggu. merkapun keluar.
 

Ia (ibnu abbas ra) berkata: keluarlah dan katakn 

"BARANG SIAPA YG HENDAK BERTANYA TENTANG TAFSIR AL QUR'AN DAN TA'WILNYA, MASUKLAH". dst.
 

Syaidina ibnu abbas ra trus mngjarkn ilmu fiqih, faraidh, syair bahasa arab dan maslah2 yg sulit di fahami.
Imam al hakim 3/538 mengeluarkn hadis sperti ini...


Foto Doni Apriyadi. 

  ----------------------------------------------------------------------------------------------

Hilyat al-Auliya' wa Thabaqat al-Ashfiya - Abu Nu'aim al-Asfahani

حلية الأولياء وطبقات الأصفياء
أبو نعيم الأصفهاني


المصنف هو أحمد بن عبد الله الأصفهاني في "أبو نعيم" ولد في رجب سنة 336هـ ببلدته أصبهان، وهي بلد العلم التي خرجت أجيالاً من كبار مشاهير العلماء والحفاظ فقد أجمع العلماء على فضله وإمامته وتقدمه في علم الحديث، كما تدل آثاره على سعة اطلاعه وحفظه وتبحره في هذا العلم وهو ثقة فاضل. ومن الفنون المهمة التي كان يجيدها فن القراءات، وقد ألف الأصفهاني كتاب "تاريخ أصبهان" و"حلية الأولياء" فعدّوه من المؤرخين. وجملة القول أنه كان ملماً بكل فنون المعرفة في عصره، فهو محدث، مؤرخ، مفسر، فقيه، قارئ؛ وإن كان تخصصه الذي عرف به وقصد من أجله هو فن الحديث. وقد أثرى المكتبة الإسلامية بذخائر مؤلفاته التي اشتهرت وانتشرت.

والكتاب الذي بين أيدينا هو من مؤلفاته الهامة، وكما يظهر من عنوانه "حلية الأولياء وطبقات الأصفياء" أن موضوعه في الزهاد والعبّاد والصالحين. وهو يتضمن أسماء جماعة من أعلام المتحققين من المتصوفة وبعض أحاديثهم وكلامهم وأئمتهم وترتيب طبقاتهم من النساك ومحجتهم من قرن الصحابة والتابعين ومن بعدهم ممن عرف الأدلة والحقائق، وباشر الأحوال، وساكن الرياض والحدائق، وفارق العوارض والعلائق. والمصنف لم يلتزم بمنهج محدد في تأليفه للكتاب، ولكن هناك ملامح رئيسية تتضح من خلال الاطلاع على الكتاب، فبدأ كتابه بالعشرة المبشرين بالجنة، ثم أورد زهاد الصحابة، ثم أهل الصفة، ثم التابعين وتابعيهم، ثم من يليهم إلى عصره. ومن ذلك يتضح أن المؤلف راعى الترتيب في الفضل إلى جانب الزمن، وبحكم أنه حافظ ومحدث فإن مؤلفاته تأتي كلها عبارة عن مرويات بالسند المتصل سواء كانت أخباراً أو أحاديث وخلافه.

ولعل هذا الكتاب هو أوسع كتاب في ذكر أسماء النساك والعباد في المكتبة العربية، وقد ذكر المؤلف أكبر عدد منهم من عصر الصحابة حتى عصر تأليفه، وهو إلى جانب ذلك هو من أغنى الكتب بالحكم المختارة النافعة، والكلمات المؤثرة الرائعة وأقوال العلماء والوعاظ، وأرباب القلوب، بالإضافة إلى مجموعة كبيرة من المقتطفات من الشعر الإلهي. والكتاب من هذه الناحية هو مصدر مهم لدارسي هذا الشعر من وجهة النظر الأدبية ففيه مجموعة قيمة من الخاصيات الإلهية، وطائفة من الأدعية الجميلة التي صيغت بلغة راقية وأسلوب محكم، وفيه حكايات مشوقة تأخذ بالألباب، وقد تكون هذه الخصيصة من أهم العوامل التي أكسبت الكتاب شهرة فائقة، وجعلت الناس يتعلقون به




Read Now 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8*, 9, 10


DOWNLOAD :
PDF (Cover-1-2-3-4-5-6-7-8-9-10) #
PDF (Cover-1-2-3-4-5-6-7-8-910) #
PDF (1-10)
(DOC)

Semoga bermanfaat.