Selasa, 01 November 2016

Tidak di contohkan oleh nabi tapi Imam Buchori melakukannya


Sandal Bilal bin Rabah dan Rumah Salman Al-Farisi.

Seperti hal nya Bilal ra di tanya oleh Nabi saw dengan apa engkau mendahuluiku di syurga shingga saat aku didalam syurga suara teromphmu ada disana. bilal menjawab, tidaklah aku mempunyai hadats kecuali aku berwudhu lalu sholat 2 rokaat.. at tirmidzi... kurang lebih seperti itu haditsnya... dalam hal ini imam malik mengambil qiyas akan hal itu, selama itu tidak menyelisihi dalil2 maka boleh...

Sandal Bilal bin Rabah dan Rumah Salman Al-Farisi

Para sahabat nabi adalah teladan umat yang kehidupan mereka menjadi tempat bercermin. Kehidupan yang selalu membuat decak kagum bagi yang membaca kehidupan mereka. Karena mereka langsung mereguk pembinaan Al-Quran dan sunnah itu langsung dari Rosulullah yang menjadi panutan utama. Mereka begitu istimewa karena kehidupan itu begitu nyata.

Seorang sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadits berkenaan dengan salah satu amalan Bilal yang membuatnya menjadi istimewa. Rasulullah SAW berkata kepada Bilal pada waktu shalat shubuh, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan dalam Islam yang memberi manfaat kepadamu, karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara sandalmu di syurga.”
Lalu Bilal berkata, “Aku tidak melakukan amalan apa-apa dalam Islam yang dapat memberi manfaat kepadaku, kecuali tidaklah aku bersuci dengan wudhu yang sempurna pada waktu malam ataupun siang kecuali aku melaksanakan shalat dengan wudhu tersebut.” (HR Muslim)

Ternyata amalan karena itu Bilal menjadi istimewa, ia selalu menjaga wudhlu dan sholat denagn wudhu tersebut, sehingga Rosul mendengar langkah sandal Bilal di syurga.

Lain lagi dengan keistimewaan Salman, ia istimewa karena kesederhanaannya. Suatu ketika juga Salman Al-Farisi berkeinginan membangun sebuah rumah. Maka ia bertanya kepada tukang bangunan, “Bagaimana engkau akan membuatkan rumah untukku ?”.
Tukang bangunan itu adalah orang yang cerdas dan mengetahui kezuhudan Salman, lalu ia menjawab:
“Jangan khawatir, Rumah ini akan melindungimu dari panas dan kau dapat tinggal di dalamnya tanpa kedinginan. Apabila kau berdiri, maka kepalamu akan menyentuh atapnya. Dan apabila kau berbaring, kakimu akan menyentuh dindingnya.”
Lalu Salman berkata, “Ya. Maka buatkanlah aku rumah seperti itu.”

(Sumber: Kitab 300 Mauqif fi az-Zuhd war Roqoiq, hal 78, 83)
-------------

Rutin Amalkan ini, LANGKAH BILAL TERDENGAR NABI DI SURGA

Ternyata yang membuat Bilal bin Rabbah masuk surga, bukanlah karena dia menjadi muadzin kesayangan Rasulullah selama hijrah di Madinah. Amalan inilah yang membuat terompahnya terdengar Nabi SAW di surga jauh sebelum Bilal wafat.
Dalam sebuah riwayat yang shahîh dinyatakan :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ لِبِلاَلٍ عِنْدَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِي اْلإِسْلاَمِ مَنْفَعَةً فَإِنِّي سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ بِلاَلٌ مَا عَمِلْتُ عَمَلاً فِي اْلإِسْلاَمِ أَرْجَى عِنْدِيْ مَنْفَعَةً مِنْ أَنِّي لاَ أَتَطَهَّرُ طُهُوْرًا تَامًّا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلاَ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُوْرِ مَا كَتَبَ اللَّهُ لِيْ أَنْ أُصَلِّيَ (رواه مسلم)


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, “Rasulullâh bersabda kepada Bilâl setelah menunaikan shalat Subuh, ‘Wahai Bilâl, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam! Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.’

Bilâl Radhiyallahu anhu menjawab, ‘Tidak ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan, yang lebih kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa melakukan shalat (sunat) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.’ [HR Muslim]

Lafal "Laila" ada yang memaknai "Malam Isro' Mi'roj"


Riwayat lain dari HR Tirmidzi menyebutkan begini :
“Pada suatu pagi, Rasulullah Saw memanggil Bilal seraya berkata, ‘Hai Bilal! Dengan apa engkau mendahuluiku ke surga? Tidak lah setiap kali aku masuk surga, kecuali aku mendengar suara terompahmu di hadapanku. Tadi malam aku juga masuk surga, dan akupun mendapatkan suara terompahmu di hadapanku.’

Bilal menjawab, ‘Ya Rasulullah tidaklah aku adzan kecuali aku pasti shalat dua rakaat, dan tidaklah aku terkena hadats kecuali aku berwudhu pada saat itu juga, dan aku berpandangan bahwa Allah memiliki hak dua rakaat atasku.’ Rasulullah bersabda, ‘Dengan kedua rakaat itulah engkau mendahuluiku ke surga’.” (HR. at-Tirmidzi).

“Shalat sunnah setelah wudhu” adalah jawaban Bilal atas pertanyaan Rasulullah tentang amalan unggulannya. Bilal tak menjawab pengorbanannya diseret di atas pasir panas dulu, ia juga tak menjawab azan merdu dari lisannya yang mengumpulkan umat Muslim untuk Shalat, ia malah menjawab “Shalat sunnah setelah wudhu” yang dilakukannya kapan pun setiap ia selesai berwudhu.
Konsisten adalah poin plus dari shalat sunnah setelah wudhu bilal. Amalannya mungkin tidak besar secara kuantitas pahalanya, namun ia melakukannya secara istiqamah, dan justru amalan kecil yang dilakukan konsisten lah yang paling diandalkan untuk membuat seorang Bilal masuk surga.

Hukum shalat sesudah wudhu adalah sunnah mu’akkad, sunnah yang ditekankan unuk dilakukan di segala waktu, siang maupun malam. Dasarnya adalah hadits Abu Huraira r.a.

Baca Juga : Setiap Abu Hurairah Mengucap Dzikir ini, SATU POHON TUMBUH DI SURGA

“Bahwa Nabi SAW pernah berkata kepada bilal pada waktu shalat shubuh, ‘Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling diharapkan pahalanya yang telah engkau kerjakan dalam Islam? Karena aku mendengar suara terompahmu di hadapanku di surga (dalam mimpi tadi malam).’ Bilal berkata, ‘Aku tidak pernah melakukan amal yang lebih memiliki harapan pahala (selain kebiasaanku) bahwa setiap kali berwudhu di siang maupun malam hari, pasti aku shalat dengan wudhu itu sebatas yang ditentukan bagiku’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam an-Nawawi r.a mengungkapkan, “Hadits ini mengandung penjelasan tentang keutamaan shalat sesudah wudhu, bahwa hukumnya adalah sunnah, dan itu boleh dilakukan di waktu larangan, ketika matahari terbit, di waktu istiwa’, ketika matahari tenggelam, sesudah shalat shubuh dan sesudah shalat ashar. Karena ia termasuk shalat yang memiliki shalat tertentu.” (pds)

Tentang BILAL bin RABAH :
Bilal bin Rabah, budak berkulit hitam yang lahir 43 tahun sebelum Hijrah. Berasal dari Habsyah. Ayahnya bernama Rabah, ibunya bernama Hamamah. Seorang budak perempuan berkulit hitam tinggal di Mekah. Sebab itu, sebagian orang pada waktu itu memanggilnya dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).
Bilal besar di Mekkah sebagai budak milik bani Abduddar. Saat ayah dari keluarga itu meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir. Pada waktu itu, budak bisa diwariskan kepada keturunan selanjutnya.
Saat Islam datang di Mekkah dan rasulullah SAW mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Allah berkenan memberikan hidayah kepada Bilal untuk memeluk Islam. Bilal termasuk orang-orang pertama yang emmeluk Islam. Hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk Islam, antara lain Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, ‘Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.
Mengetahui Bilal masuk islam, siksaan demi siksaan diberikan kepada Bilal dari tuannya. Mulai dari dijemur dibawah terik matahari, ditindih batu, hingga ditali menggunakan tali-tali kasar yang menyakiti kulitnya. Siksaan ini terus dia terima hingga Abu Bakar Ash Siddiq memerdekakannya.

Bilal bin Rabah merupakan sahabat Nabi Muhammad yang didaulat untuk mengumandangkan azan untuk pertama kalinya. Ia mempunyai ciri khas bertubuh hitam dan bersuara lantang. Karena masuk Islam, ia disiksa berkali-kali oleh majikannya, Umayyah bin Khalaf hingga akhirnya penyiksaan yang dilakukan diketahui oleh sahabat Abu Bakar. Abu Bakar kemudian memerdekakan Bilal bin Rabah dengan membayar tebusan yang lebih tinggi dari harganya.

Bilal, siapa yang mengira bahwa mantan budak ini akan mendapatkan kemuliaan di sisi Nabi Muhammad SAW, bahkan oleh Rasulullah telah digaransi masuk surga.

Diceritakan bahwa selepas salat subuh berjamaah, Rasulullah memanggil Bilal dan bertanya kepadanya. "Katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam? Karena sesungguhnya aku mendengar hentakkan sandalmu di surga." Suara sandal Bilal terdengar oleh Rasulullah ketika ia berada di surga pada malah Isra' Mi'raj.

"Setiap aku berwudhu, kapanpun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut," jawab Bilal.

Jadi Bilal merupakan orang yang selalu menjaga kesehariannya dengan berwudhu. Setiap wudhunya itu batal, maka ia akan berwudhu lagi kemudian melakukan salat dua rakaat setelah wudhu tersebut.

Ternyata karena amalan tersebut Bilal menjadi istimewa. Kekonsistenan Bilal dalam menjaga kesuciannya dengan berwudhu membuat suara sandalnya terdengar oleh Rasulullah di surga. Hal itu membuktikan bahwa apa yang ia lakukan diridai oleh Allah SWT.

Zaman sekarang kita hanya berwudhu untuk mensucikan diri dari hadas kecil ketika hendak melaksanakan salat. Di luar salat, kita jarang sekali berwudhu atau menjaga wudhu kita. Padahal dengan berwudhu kita menjaga kesucian badan, hati, dan pikiran kita.

Tulisan huruf Al Qur'an zaman sekarang termasuk Bid'ah Hasanah

Buat yg sering teriak bid'ah.....baca alquran ini tulisan tampa titik itu dari jaman nabi....jgn baca alquran yg sudah di modifikasi ulama yg sudah ada titik harokatnya karna itu BID'AH tapi BID'AH HASANAH.

Tulisan Al Qur'an zaman dahulu tanpa titik dan harokat maupun tasdid


Tulisan huruf Al Qur'an zaman sekarang


Semoga bermanfaat.

Senin, 31 Oktober 2016

Ibnu Taimiyah di kafirkan oleh wahabi






IBNU TAYMIYAH PUN TIDAK LUPUT DIKAFIRKAN DEWAN FATWA WAHABI.
Nurut wahabi kalo tentang ajaran bahwa Allah biasa saja memberikan kemampuan kepada sebagian hambanya, apabila berkata kepada sesuatu,
“jadilah kamu begini”, maka jadilah ia seperti yang dikehendakinya.” maka hukumnya syrik dan kafir nurut ulama wahabi
.
KITA LIHAT PENDAPAT IBNU TAIMIYAH
.
Ibnu Taimiyah, menulis fatwa dalam kitabnya Majmu’ Fatawa juz 4 hal. 377.
.
isinya mengakui bahwa
bisa saja Allah memberi kekuasaan kepada para
wali untuk berkata kun fayakun.
.

ﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻷﺛﺮ : { ﻳﺎ ﻋﺒﺪﻱ ﺃﻧﺎ ﺃﻗﻮﻝ ﻟﻠﺸﻲﺀ ﻛﻦ ﻓﻴﻜﻮﻥ، ﺃﻃﻌﻨﻲ ﺃﺟﻌﻠﻚﺗﻘﻮﻝ ﻟﻠﺸﻲﺀ : ﻛﻦ ﻓﻴﻜﻮﻥ ، ﻳﺎ ﻋﺒﺪﻱ ﺃﻧﺎ ﺍﻟﺤﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻤﻮﺕ، ﺃﻃﻌﻨﻲﺃﺟﻌﻠﻚ ﺣﻴﺎ ﻻ ﺗﻤﻮﺕ ... : ﻓﻬﺬﻩ ﻏﺎﻳﺔ ﻟﻴﺲ ﻭﺭﺍﺀﻫﺎ ﻣﺮﻣﻰ، ﻛﻴﻒ ﻻ ﻭﻫﻮﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺴﻤﻊ ﻭﺑﻪ ﻳﺒﺼﺮ ﻭﺑﻪ ﻳﺒﻄﺶ ﻭﺑﻪ ﻳﻤﺸﻲ ... ﺍﻟﺦ

.
“Benar-benar datang dalam atsar, (bahwa Allah berfirman): “Wahai hambaku, Aku berkata kepada sesuatu, jadilah kamu maka jadilah ia. Taatlah kamu kepada-Ku, aku akan menjadikamu berkata
kepada sesuatu, “Jadilah kamu, maka jadilah ia.”Wahai hambaku, Akulah Yang Maha Hidup yang
tidak akan mati. Taatlah kamu kepada-Ku, maka aku jadikan kamu orang yang hidup yang tidak akan mati.” …
.
Ini adalah tujuan puncak yang tidak ada lagi sesudahnya. Bagaimana tidak, ia mendengar dengan pertolongan Allah, melihat,menangkap dan berjalan hanya dengan pertolongan Allah.”
.
NAH BAGAIMANA PENDAPAT ULAMA WAHABI ?
.
Tim Tetap Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, dengan nomor fatwa 2808, juz 4 hal. 472, sebagai berfatwa berikut:
.

ﻧﺺ ﺍﻟﻔﺘﻮﻯ :

ﺳﻤﻌﺖ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻘﻮﻝ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻗﺪﺳﻴﺎ ﻋﺒﺎﺭﺗﻪ ﻋﺒﺪﻱ ﺃﻃﻌﻨﻲ ﺗﻜﻦ ﻋﺒﺪﺍًﺭﺑﺎﻧﻴﺎ، ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻠﺸﻲﺀ ﻛﻦ ﻓﻴﻜﻮﻥ ‏) ﻫﻞ ﻫﺬﺍ ﺣﺪﻳﺚ ﻗﺪﺳﻲ ﺻﺤﻴﺢﺃﻡﻏﻴﺮﺻﺤﻴﺢ؟؟

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻟﻢ ﻧﻌﺜﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺴﻨﺔ، ﻭﻣﻌﻨﺎﻩﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻣﻮﺿﻮﻉ، ﺇﺫﺍ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺰﻝ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺍﻟﻀﻌﻴﻒ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻕ ﻣﻨﺰﻟﺔﺍﻟﺨﺎﻟﻘﺎﻟﻘﻮﻱ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺃﻭ ﻳﺠﻌﻠﻪ ﺷﺮﻳﻜﺎ ﻟﻪ، ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻪﺷﺮﻳﻚ ﻓﻲ ﻣﻠﻜﻪ .

ﻭﺍﻋﺘﻘﺎﺩﻩ ﺷﺮﻙ ﻭﻛﻔﺮ، ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻠﺸﻲﺀ : ﻛﻦﻓﻴﻜﻮﻥ، ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ : ﺇﻧﻤﺎ ﺃﻣﺮﻩ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺷﻴﺌﺎً ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻪ ﻛﻦﻓﻴﻜﻮﻥ .ﺍﻟﺮﺋﻴﺲﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺑﺎﺯﻧﺎﺋﺐ ﺭﺋﻴﺲ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ﻋﻔﻴﻔﻲﻋﻀﻮﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪﺑﻦﻋﺪﻧﺎﻥﻋﻀﻮﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻗﻌﻮﺩ

.
Teks fatwa: “Aku mendengar sebagian orang mengatakan hadits qudsi, yang teksnya:
.
“Hamba- Ku, taatlah kepada-Ku, kamu akan menjadi hamba yang rabbani, yang berkata kepada
sesuatu, “jadilah kamu”, maka jadilah ia (seperti yang dikehendakinya.” Apakah ini hadits qudsi yang shahih atau tidak shahih?
.
Jawab: “Hadits ini tidak kami temukan dalam kitab-kitab hadits, dan maknanya menunjukkan bahwa hadits tersebut palsu, karena
menempatkan hamba yang lemah dan sebagai makhluq pada [posisi Tuhan yang Maha Pencipta lagi Maha Kuat SWT, atau menjadikannya sebagai
sekutu bagi-Nya. Allah SWT Maha Suci dari memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya.
.
Meyakini hadits tersebut adalah SYIRIK DAN KUFUR. Karena hanya Allah-lah yang berkata kepada sesuatu, “jadilah kamu”, maka jadilah ia. ..
.
Tertanda
.
Ketua Tim :
Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baz,
Wakil Ketua Abdurrazzaq Afifi,
.
anggota
Abdullah bin Adnan
dan Abdullah bin Qa’ud.”
.
NAH LHO ?
.
Sadar atau tidak sadar dewan fatwa ulama wahabi telah mengkafirkan pendapat Ibnu Taimiyah !!
.
Oh Wahabi.. betapa lucunya ulama kalian.Niat hati mau mengkafirkan orang lain,tidak taunya ulama andalan Akidah justru di kafirkan oleh dewan wahabi sendiri.
.
Mulut kalo asal mangap ya begitulah contohnya..mikir belakangan.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Kerajaan saudi merencanakan Maulud nabi sebagai agenda kerajaan

Add caption


Cie cie yang katanya saudi menjadi panutan wahhabi,,, cie cie yang katanya maulid nabi bid'ah sesat,,, cie cie sekarang ulama' saudinya uda memberi fatwa bahwa memperingati maulid adalah perbuatan bagus (afdhol a'mal) dan mau mencanangkan maulid nabi untuk dirayakan,,, cie cie kebakaran jenggot dan celana cingkrangnya...

Kamis, 27 Oktober 2016

Tugas Iblis sebelum di usir dari syurga

Tugas Iblis sebelum di usir dari syurga
IBLIS La'natullohi 'alaihi
Sebelum dilaknat Allah, Azazil (iblis) adalah makhluq yang luar biasa dalam beribadah. Azazil termasuk pembesar para malaikat.
baca => http://www.piss-ktb.com/…/2771-lain-lain-siapakah-iblis-seb…

Simak track recordnya dan betapa iblis menjadi salah satu pembesar diantara malaikat ketika di syurga

فائدة : قال كعب الاخبار ان ابليس اللعين كان خازن الجنة اربعين الف سنة، ووعظ الملائكة عشرين الف سنة وسيد الكروبيين ثلاثين الف سنة، وسيد الروحانيين الف سنة، وطاف حول العرش اربعة عشر الف سنة.

Sebuah Faidah: Berkata Ka'ab Al-akhbar "Sesungguhnya Iblis al-la'in (ae mal'un) telah menjadi
- Penjaga surga selama 40.000 tahun
- Guru dan Penasihat Malaikat selama 20.000 tahun
- Pemimpin Malaikat Karubiyyin selama 30.000 tahun
- Pemimpin Malaikat Ruhaniyyin selama 1000 tahun
- Thowaf di Arsy selama 14.000 tahun
Sehingga tak heran kalau nama Azazil/Iblis sangat terkenal diantara pendduk langit, mulai dari langit pertama hingga langit ketujuh.

baca => http://arh789.blogspot.co.id/…/penghuni-bumi-sebelum-adam-d…
Wallohu a'lam
Sumber : Tafsir Showi, Jilid 1 Hal 22
-----------------------------------------------------------

SIAPAKAH IBLIS SEBENARNYA ?
PERTANYAAN :
Apakah bener iblis (izazea) itu guru nya para malaikat selama 40 thn..?

JAWABAN :
Nama Iblis dalam bahasa Suryani adalah 'Azazil, sedangkan dalam bahasa Arab namanya al-Harits. Mengenai apakah Iblis termasuk bangsa malaikat atau jin maka terdapat dua pandangan. Dulunya Iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia, dan paling pandai.

ﺍﻟﺒﺪﺍﻳﺔ ﻭﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ - ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ - ﺝ - ١ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٨٠ :

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ: ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻃﺮﻓﺔ ﻋﻴﻦ ﻗﻂ. ﻭﻗﺎﻝ ﺷﻬﺮ ﺑﻦ ﺣﻮﺷﺐ: ﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ ﻓﻠﻤﺎ ﺃﻓﺴﺪﻭﺍ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﺑﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺟﻨﺪﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻓﻘﺘﻠﻮﻫﻢ ﻭﺃﺟﻠﻮﻫﻢ ﺇﻟﻰ ﺟﺰﺍﺋﺮ ﺍﻟﺒﺤﺎﺭ ﻭﻛﺎﻥ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻣﻤﻦ ﺃﺳﺮ ﻓﺄﺧﺬﻭﻩ ﻣﻌﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﻜﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ .(1) ﻓﻠﻤﺎ ﺃﻣﺮﺕ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺑﺎﻟﺴﺠﻮﺩ ﺍﻣﺘﻨﻊ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻣﻨﻪ.

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻭﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﺴﻴﺐ ﻭﺁﺧﺮﻭﻥ: ﻛﺎﻥ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﺭﺋﻴﺲ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺑﺎﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ. ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭﻛﺎﻥ ﺍﺳﻤﻪ ﻋﺰﺍﺯﻳﻞ .(2)

(1) ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲ :295 / 1 ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻬﺪﻭﻱ: ﺇﻥ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺎﺗﻞ ﺍﻟﺠﻦ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﻊ ﺟﻨﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ. ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ: ﺍﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺭﺋﻴﺲ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺳﻠﻄﺎﻧﻬﺎ ﻭﺳﻠﻄﺎﻥ ﺍﻷﺭﺽ، ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﺷﺪ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺍﺟﺘﻬﺎﺩﺍ ﻭﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﻋﻠﻤﺎ ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺴﻮﺱ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻓﺮﺃﻯ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﺑﺬﻟﻚ ﺷﺮﻓﺎ ﻭﻋﻈﻤﺔ.

(2) ﻛﺎﻥ ﺍﺳﻤﻪ ﺑﺎﻟﺴﺮﻳﺎﻧﻴﺔ ﻋﺰﺍﺯﻳﻞ ﻭﺑﺎﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﺤﺎﺭﺙ.


Kitab badai iz zuhur hal 37 karya syeh jalaluddin assuyuthi

قال وهب بن منبه أول من أفشى السلام آدم وفي بعض الأخبار ما أفشى السلام قوم الا أمنوا من العذاب والنقمة ثم قالت الملائكة إلهنا هل خلقت خلقا أفضل منا فقال الله تعالى أنا الذي خلقته بيدي وقلت له كن فكان ثم ان الله تعالى أمرالملائكة أن يسجدوا لآدم فكان أول من سجد جبرائيل ثم ميكائيل ثم اسرافيل ثم عزرائيل ثم الملائكة المقربون صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ثم ان الله تعالى أمرابليس بالسجود لآدم فأبى وامتنع من السجود فقال الله تعالى له(ما منعك أن تسجد لما خلقت بيدي) فقال أبليس أنا خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين وأنا الذي عبدتك دهرا طويلا قبل أن تخلقه فقال الله تعالى لقد علمت من سابق علمي منك المعصية فلم تنفعك العبادة أخرج من رحمتي مذموما مدحورا لأملأن جهنم منك وممن تبعك فقال ابليس عند ذلك ربي أنظرني الى يوم يبعثون قال انك من المنظرين فعند ذلك تغير خلقته وصار شيطانا رجيما وكان أسمه عزازيل وكان كبار الملائكة ما ترك بقعة من السماء والأرض الا وله فيها ركعة وسجدة ولكن بعصيانه لم تنفعه عبادته وسمى ابليس لأنه أبلس من رحمة الله أي أيس


Wahhab bin munabbih berkata:
"pertama kali yang mengumandangkan salam adalah nabi adam dan disebagian kabar ada keterangan,tidaklah suatu kaum yang mengumandangkan salam kecuali mereka selamat dari siksa.
setelah itu malaikat bertanya,,ya TUHAN kami apakah engkau menciptakan mahluk yang lebih mulia dari pada kami?ALLOH menjawab,akulah yang menciptakannya lewat tanganku sendiri dan aku berucap,wujudlah,maka dia jadi wujud.
setelah itu ALLOH perintah pada para malaikat untuk sujud pada adam,dan yang pertama sujud adalah jibril,lalu mikail,lalu isrofil lalu izroil kemudian para malaikat muqorrobin sholawatulloh wasalamuhu ajma'in.kemudian ALLOH perintah pada iblis untuk sujud pada nabi adam tapi iblis membangkang dan enggan untuk bersujud.
ALLOH berfirman:
" apa yang membuatmu tidak mau bersujud pada mahluk yang aku ciptakan lewat tanganku sendiri?"
iblis menjawab:
"aku lebih mulia dari padanya,engkau menciptakanku dari api sedangkan ia engkau ciptakan dari tanah,dan AKU telah beribadah kepadamu dulu dari masa yang sangat lama sebelum ia engkau ciptakan."
ALLOH menjawab :
"dari dahulu aku telah mengetahui bahwa kamu akan durhaka padaku maka semua ibadah yang kamu lakukan tidak akan bermanfaat, mulai sekarang keluarlah dari rahmatku,sungguh aku akan memenuhi isi neraka jahannam darimu dan semua pengikutmu."
setelah itu iblis berkata:
" ya TUHAN tunggulah saya sampai hari kebangkitan."
ALLOH berfirman:
"sungguh kamu tergolong orang-orang yang menunggu."
setelah kejadian itu iblis wujudnya berubah menjadi syetan yang terkutuk,nama asli iblis adalah "azazil" yang jadi pembesar para malaikat,tiada suatu tempat dilangit maupun dibumi kecuali disitu ia melakukan sujud ibadah pada ALLOH,tapi karena durhaka maka semua ibadahnya menjadi sia-sia , dinamakan iblis karena ia telah ablas/bablas/ambles/putus dari rahmat ALLOH.

https://www.facebook.com/.../permalink/457841714238642/...


Ternyata Iblis Memiliki Keturunan (Berkembang Biak)

Dalam berbagai referensi kitab, Iblis dalam bahasa Suryani adalah 'Azazil, sedangkan dalam bahasa Arab namanya al-Harits. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa Iblis termasuk bangsa malaikat, tetapi sebagian mengatakan termasuk dari bangsa jin.

Dulunya Iblis adalah pemimpin para malaikat di langit dunia, dan paling pandai. Namun kedurhakaan kepada Allah SWT menjadikan iblis sebagai makhluk yang dilaknat. Ternyata Iblis pun termasuk makhluk Allah SWT yang berkembang biak. Ibnu Abbas ra, berkata:

قال ابن عباس رضى الله عنهما لما أهبط ابليس الى الأرض نكح نفسه بنفسه فباض أربع بيضات ففرق فى كل قطر من الأقطار بيضة فجميع من فى الارض من الشياطين من تلك البيضة

"Ketika iblis diturunkan di bumi, dia menikah dengan dirinya sendiri dan membuahkan empat telur yang terpisah.Disetiap sudut bumi diberi satu telur,jadi semua syetan yang ada dipenjuru bumi ini adalah dari telur-telur tersebut.”

Mujahid berkata :

وقال مجاهد انه نكح الحية التى دخل فى جوفها فى الجنة حين أهبطت الى الأرض فباضت الاربع بيضات

"Iblis itu menikah dengan ular yang membawanya ke surga ketika mereka diturunkan dibumi dan membuahkan empat telur".

Demikian pula dengan Jin, dijelaskan dalam kitab Sab'ah al-Kutub al-Mufidah (184).

وأما الجن فإنهم يأكلون ويشربون وينكحون ويتوالدون

"Jin, mereka makan, minum, menikah dan melahirkan"

Dalam keterangan yang lain juga dijelaskan.

وأخرج ابن أبي حاتم عن سفيان قال قال باض إبليس خمس بيضات فذريته من ذلك

"Sufyan berkata : Iblis bertelus sebanyak 5 telur dan keterunannya berasal dari telur tersebut".

وأما إبليس فإن الله - تعالى - خلق له في فخذه اليمنى ذكرا وفي اليسرى فرجا ; فهو ينكح هذا بهذا ، فيخرج له كل يوم عشر بيضات ، يخرج من كل بيضة سبعون شيطانا وشيطانة

"Sesungguhnya Allah ta'ala menciptakan dzakar pada paha kanannya iblis dan farji pada paha kirinya dan iblis menikahkan paha kanan dengan paha kiri maka keluarlah setiap hari sepuluh telur dan dari setiap telur keluar 70 setan lelaki dan setan perempuan".

Didalam kitab Tasir Imam al-Quthubi, Mujahid berkata :

وقال مجاهد : إن إبليس أدخل فرجه في فرج نفسه فباض خمس بيضات ; فهذا أصل ذريته . وقيل : إن الله - تعالى - خلق له في فخذه اليمنى ذكرا وفي اليسرى فرجا ; فهو ينكح هذا بهذا ، فيخرج له كل يوم عشر بيضات ، يخرج من كل بيضة سبعون شيطانا وشيطانة ، فهو يخرج وهو يطير ، وأعظمهم عند أبيهم منزلة أعظمهم في بني آدم فتنة

"Sesungguhnya iblis memasukkan farjinya ke farji dirinya sendiri kemudian mengeluarkan 5 telur, ini adalah asal keturunan iblis. Dikatakan bahwa sesungguhnya Allah ta'ala menciptakan dzakar pada paha kanannya iblis dan farji pada paha kirinya dan iblis menikahkan paha kanan dgn paha kiri maka keluarlah setiap hari sepuluh telur dan dari setiap telur keluar 70 setan lelaki dan setan perempuan"

Wallaahu A'lam .

Surat Al An'am ayat 55 - 59 dan tafsirnya










Rabu, 26 Oktober 2016

Macam-macam sunah

Sunnah Tidak Mesti Apa Yang Diperintah Oleh Rasul Saja, TAPI..Persetujuan Rasulullah Juga Termasuk Sunnah Rasul
Pada kesempatan kali ini, insya Allah kita akan membahas sesuatu yang menjadi sumber hukum kedua bagi umat Islam yang As-Sunnah. Materi kita kali ini disalin dari buku Sucikan Iman Anda dari Noda Syirik dan Penyimpangan buah karya Ustadz kami Abu ’Isa Abdullah bin Salam. Sebuah buku yang menjelaskan Kitab Al-Qaulul Mufid fii Adillati At-Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab al-Washabi al-‘Abdali al-Yamani yang insya Allah bermanfaat bagi umat Islam. Semoga Allah membalas kebaikan beliau. (admin)
Pengertian Sunnah
Sunnah memiliki banyak pengertian, tergantung dari kelompok mana yang memberikan pengertian tersebut.

Sunnah menurut istilah muhadditsin (para peneliti hadits) adalah sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berupa perkataan, perbuatan, persetujuan (atas perbuatan shahabat – pen.) dan sifat, baik fisik ataupun kepribadian dan perjalanan hidup, baik sebelum diutus (sebagai rasul) atau sesudahnya. (Lihat Qowa’idut-Tahdits karya Al-Qasimi hal. 64)

Sunnah menurut istilah ushuliyyun (ahli ushul), adalah sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang tidak ada penyebutan secara langsung di dalam Al-Qur’an, namun hanya ada penyebutannya pada sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, baik hal itu sebagai penjelas Al-Qur’an atau tidak (membawa hukum baru-pen.). (Lihat Ushulul Ahkam karya Al-Amidi 1/169)

Sunnah menurut istilah fuqaha (ahli fikih), adalah sesuatu yang bukan wajib, bukan haram dan bukan makruh (sesuatu yang apabila dikerjakan karena taat mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa-pen.) (Lihat Syarhul Kaukab Al-Munir 2/160)

Sunnah menurut istilah kebanyakan ulama Salaf (ulama aqidah-pen.), adalah kesesuaian dengan al-Qur’an dan apa yang ada pada Nabi shallallahu ’alaihi wasallam beserta para shahabatnya, baik di dalam urusan keyakinan atau amal ibadah (yang nampak). Lawan dari kata ”sunnah” dalam pengertian ini adalah kata ”bid’ah”.
Maka jika dikatakan, ”si fulan di atas sunnah”, artinya amalnya sesuai dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Dan jika dikatakan si fulan di dalam bid’ah artinya amalnya menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah atau salah satunya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan bahwa As-Sunnah adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam baik berupa keyakinan, niatan, perkataan, dan perbuatan. (Lihat al-Hawamiyyah hal. 2 dan Kun Salafiyan hal. 25-26). Beliau juga menjelaskan di tempat yang lain bahwa yang dimaksud dengan ahli sunnah adalah mereka yang berpegang teguh dengan Kitabullah, sunnah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam serta kesepakatan sabiquunal awwalun (para shahabat –ed.) dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang yang mengikuti mereka dengan baik. (Lihat Mauqif Ahli Sunnah)
Imam Ibnu Hazm rahimahullah menjelaskan, bahwa Ahlus Sunnah adalah Ahlul Haq, adapun yang selain mereka adalah Ahlul Bid’ah, mereka adalah para shahabat radliallahu ’anhum dan semua orang yang berjalan seperti jalan hidup mereka, di antaranya adalah para tabi’in terbaik, ashabul hadits (yang berkecimpung dalam dunia hadits-pen.) dna yang meneladani mereka dari kalangan ahli fikih dari generasi ke generasi sampai hari ini, termasuk orang awam yang meneladani mereka, baik di dunia belahan barat ataupun di belahan timur. (Lihat Mauqif Ahli Sunnah.)

Penulis matan Kitab Al-Qulul Mufid fii Adillati At-Tauhid berkata:
Sunnah terbagi menjadi empat:

Sunnah qauliyah (ucapan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam –pen.)
Sunnah fi’liyah (perbuatan Nabi shallallahu ’alihi wasallam –pen.)
Sunnah taqririyah (persetujuan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam terhadap perkataan atau perbuatan para shahabat –pen.)
Sunnah tarkiyah (sesuatu yang ditinggalkan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dengan tujuan ibadah –pen.)

Olah karena itu kita berkata bahwa:
Apa saja yang dikatakan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam maka kita pun membenarkannya.
Apa saja yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam maka kita pun mengkutinya
Apa saja yang disetujui Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam maka kita pun menyetujuinya
Apa saja yang ditinggalkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam maka kita pun meninggalkannya.
Apa bila belum ada dalil ketika itu baik, maka mulailah perbuatan bait tersebut.

Allah Ta’ala berfirman,
”Katakanlah, ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ’Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran: 32)

Allah Ta’ala berfirman,
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Allah Ta’ala berfirman,
”… Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah….” (QS. Al-Hasyr: 7)

Pembagian penulis Al-Qaul Al-Mufid di atas mengacu kepada pengertian Sunnah menurut muhaditsin atau para salaf, sebagaimana dapat kita pahami dari penjelasan pengertian sunnah di atas. Abdullah Al-Juda’i menjelaskan yang dimaksud dengan jenis-jenis sunnah tersebut sebagai berikut:
Sunnah Qauliyah

1. Sunnah qauliyah ada dua macam: yang jelas dan yang berupa makna dari sabda Nabi shallallahu ’alaihi wasallam.

2. Sunnah Fi’liyah
Sunnah fi’liyah maksudnya adalah perbuatan-perbuatan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam yang menjadi syariat bagi umatnya. Hal itu bisa diketahui dari indikasi-indikasi yang menunjukkan hal tersebut. Karena pada kenyataannya perbuatan-perbuatan Nabi shallallahu ’alaihi wasallam benyak jenisnya, yaitu:
Perbuatan yang dilakukan dalam rangka melaksanakan ketaatan terhadap sesuatu yamg diperintahkan sebagaimana hal itu terjadi pada seluruh umatnya.
Perbuatan yang dilakukan semata-mata tuntutan sebagai manusia biasa (perkara jibliyah).
Perbuatan yang terjadi dalam rangka beribadah, namun ada dalil yang menunjukkan hal itu khusus untuk beliau.
Perbuatan yang dilakukan dalam rangka menjelaskan sesuatu yang masih global yang ada di dalam Al-Qur’an.
Perbuatan yang dilakukan yang tidak termasuk salah satu dari yang telah disebutkan di atas, dan ini ada dua macam, sesuatu yang jelas maksudnya, yaitu dalam rangka ibadah dan sesuatu yang tidak jelas apakah dalam rangka ibadah atau tidak.

3. Sunnah Taqririyah
Sunnah taqririyah maksudnya adalah diamnya Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dan beliau tidak mengingkari perkataan atau perbuatan (shahabat, ed.) yang terjadi di hadapannya atau tidak.

4. Sunnah Tarkiyah
Sunnah tarkiyah, merupakan lawan dari perbuatan-perbatan beliau shallallahu ’alaihi wasallam. Dan ini ada beberapa macam:
Meninggalkan sesuatu yang haram.
Meninggalkan sesuatu yang tidak disukai dalam rangka pensyariatan.
Meninggalkan sesuatu yang tidak disukai karena tabiat beliau semata (tidak ada kaitannya dengan syariat-pen.)
Meninggalkan sesuatu demi kepentingan orang lain.
meninggalkan sesuatu karena khawatir diwajibkan bagi umatnya.
meninggalkan sesuatu yang tidak terlarang bagi umatnya, karena beliau ingin sesuatu yang lebih sempurna.
Meninggalkan untuk membalas yang menganiaya, semata-mata untuk kepantingan pribadi, karena beliau memilih yang lebih baik di antara dua hal.
Meniggalkan sesuatu yang sesungguhnya dituntut untuk diwujudkan demi mencegah bahaya yang lebih besar. Selesai penjelasan Abdullah Al-Juda’i. (Lihat Taisir Ilmi Ushulil Fiqhi hal. 126-135)

Berdasarkan pembagian tersebut, masing-masing sunnah yang empat membawa konsekuensi hukum yang berbeda-beda.

Wallahu 'alam